Pipres 2019

Erick Thohir: Tidak Mungkin Kita Berbuat Baik dengan Sesuatu Kecurangan

Erick Thohir mengaku heran dengan tuduhan pihak lain yang menganggap pihaknya curang dalam Pemilu 2019.

Erick Thohir: Tidak Mungkin Kita Berbuat Baik dengan Sesuatu Kecurangan
Tribunnews/MUHAMMAD FADHLULLAH
Ketua Umum Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir sedang memberikan sambutan di acara Syukuran Kemenangan Pilpres 2019 bertajuk Panggung Gemb1ra di The Pallas, Jakarta, Minggu (21/04/2019). Acara tersebut merupakan syukuran hasil kemenangan yang telah mendeklarasikan menjadi pasangan Presiden Joko Widodo dengan Wakil Presiden Maruf Amin pada pemilihan presiden 2019 berdasarkan hasil perhitungan cepat (Quick Count) oleh 12 lembaga survei. TRIBUNNEWS/MUHAMMAD FADHLULLAH 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Erick Thohir mengaku heran dengan tuduhan pihak lain yang menganggap pihaknya curang dalam Pemilu 2019.

Padahal saat ini semuanya bisa direkam, diakses, dan transparan.

Erick pun menyebut, dari hitung cepat dan perkembangan perhitungan KPU, Jokowi-Amin pasti menang dengan selisih suara yang cukup jauh dari Prabowo-Sandi.

"Lillahi Ta'ala, tidak mungkin kita berbuat baik dengan sesuatu kecurangan. Kita lihat juga data-data yang saat ini dibandingkan dengan 2014, kemenangannya jauh lebih besar," ungkap Erick Thohir di Jakarta, Senin (6/5/2019).

Baca: Pengakuan Ibu Kandung yang Buang Bayinya ke Atas Genteng, Masih Sekolah-Lempar Anaknya dari Jendela

Erick Thohir pun membantah pihaknya melakukan kecurangan secara masif sampai belasan juta suara.

Ia mempertanyakan pihak yang menuduh curang tersebut.

"Bagaimana caranya? Apalagi di era yang seperti hari ini, semuanya terekam, transparan dan semuanya bisa mengakses," kata Erick.

Baca: Respons TKN Jokowi-Maruf Sikapi Permintaan Sandiaga Agar Situng KPU Diaudit

Tapi meskipun masih ada tuduhan dari pihak sebelah, Erick mengingatkan, harus tetap merangkul saudara-saudara yang berada pilahan dalam Pilpres 2019.

"Karena ingat, pemilu lima tahun sekali, tapi kembali lagi ke poin yang tadi, masak 100 tahun Indonesia merdeka kita tidak mau nikmati sama-sama," kata Erick.

Baca: Soal Kartel, KPPU Minta AHM Berhenti Sampaikan Hal Kontradiktif

Erick juga mengungkapkan, Jokowi itu milik semua, milik bangsa Indonesia.

"Mari kita sama-sama berjuang untuk kebaikan dan Indonesia yang lebih maju. Pak Jokowi itu milik semua. Bukan milik ini, milik itu, milik semua," ucap Erick.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved