Pilpres 2019

Pesan Prabowo ke Pendukungnya: Kalau Saudara Dipukul Jangan Balas

"Saudara-saudara Sekalian saya ingatkan perjuangan kita harus damai. Perjuangan kita harus bebas dari kekerasan," kata Prabowo.

Pesan Prabowo ke Pendukungnya: Kalau Saudara Dipukul Jangan Balas
Tribunnews/JEPRIMA
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Presiden Prabowo Subianto menyampaikan imbauan kepada pendukungnya yang akan melakukan unjuk rasa memprotes penyelenggaraan Pemilu pada 21 atau 22 Mei 2019.

Dalam video yang diterima Tribunnews.com, Prabowo menyampaikan hal tersebut di kediamannya usai menyambangi Polda Metro Jaya, Senin (20/5/2019) malam.

Dalam video berdurasi 7 menit itu, ia meminta pendukungnya untuk tidak melakukan kekerasan dalam berunjukrasa.

Baca: PDIP Buka Peluang Bagi Gerindra Gabung Koalisi Jokowi

"Saudara-saudara Sekalian saya ingatkan perjuangan kita harus damai. Perjuangan kita harus bebas dari kekerasan," kata Prabowo.

Ketua Umum Gerindra itu meminta pendukungnya untuk tidak terprovokasi.

Bahkan apabila ada yang memprovokasi ia mengimbau pendukungnya untuk tidak melakukan aksi balasan.

Prabowo Subianto saat tiba di Polda Metro Jaya untuk menjenguk Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma, Senin (20/5/2019)
Prabowo Subianto saat tiba di Polda Metro Jaya untuk menjenguk Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma, Senin (20/5/2019) (Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi)

"Kalau terprovokasi saya mohon jangan membalas, memang berat, bahkan kalau saudara dipukul jangan balas, memang berat, seorang ksatria harus memikul beban yang berat. Jalan yang sulit itulah jalan pendekar. Pendekar tidak boleh gentar menghadapi cobaan yang berat bilamana saudara disakiti jangan membalas, selalu memberi kedamaian, selalu memberikan langkah-langkah baik dan positif itu permintaan saya," katanya.

Baca: ‎Dituduh Bawa 6 Kilogram Kokain, Seorang WNI Bebas Dari Ancaman Penjara Seumur Hidup di Filipina

Prabowo mengatakan pihaknya tidak memiliki sama sekali niatan untuk berbuat makar.

Pihaknya justru ingin menegakkan hukum agar berlaku adil.

Halaman
1234
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved