Pilpres 2019

PPP Minta Ada Kontrak Politik bagi Partai Pendukung Jokowi, Berikut Penjelasannya

Arsul Sani mengatakan, Joko Widodo (Jokowi) ingin melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam proses pembangunan pada periode berikutnya.

PPP Minta Ada Kontrak Politik bagi Partai Pendukung Jokowi, Berikut Penjelasannya
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani mengatakan, Joko Widodo (Jokowi) ingin melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam proses pembangunan pada periode berikutnya.

Satu di antaranya dengan bekerja sama dengan partai politik di luar Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Meski begitu, Arsul Sani memastikan kerja sama tersebut bukan berarti dimaknai dengan berbagi kekuasaan.

Baca: Said Aqil Siradj Kenang Perjalanan ke Libia Bersama Ustaz Arifin Ilham Saat Penuhi Undangan Khadafi

"Bentuk konkretnya itu apakah masuk dalam koalisi atau mendapat peran apa, itu proses pembicaraan yang akan menentukan. Tapi juga jangan dimaknai power sharing itu ada pembagian kekuasaan," ujar Arsul Sani di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019).

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Maruf Amin ini menjelaskan koalisi adalah sebuah kesepakatan politik yang sifatnya dinamis.

Untuk itu, hal itu juga bergantung dari apa yang ditawarkan oleh pihak yang ingin berkoalisi, serta peran apa yang bisa diberikan dalam peran-peran politik di pemerintahan.

Terlebih, Koalisi Indonesia Kerja (KIK) yang ada di TKN.

Baca: Pasar Tanah Abang Akan Kembali Beroperasi Penuh Mulai Jumat Besok

"Yang ada adalah Pak Jokowi mengundang para ketum untuk meminta masukan, dan itu semua sudah dilakukan, kecuali Pak Surya Paloh (Partai NasDem) yang masih di luar negeri," ungkap Arsul.

"Itu dulu tahapannya, ini kan saya kira Pak Jokowi ini tipe pemimpin yang sangat hati-hati di dalam mengambil keputusan," tambahnya.

Halaman
123
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved