Sabtu, 25 April 2015
Tribunnews.com

Peristiwa Ramadhan: Penaklukan Makkah

Selasa, 3 Agustus 2010 01:11 WIB

Peristiwa Ramadhan: Penaklukan Makkah
IST
Peta Fathu Makkah atau penaklukan Kota Mekkah pada tahun ke-8 hijriah

Padahal, sebelumnya antara kaum musyrik dengan kaum muslim terikat perjanjian Hudaibiyah. Dengan adanya penyerangan dan pembunuhan ini, isi perjanjian Hudaibiyah ini telah dirobek-robek oleh kaum musyrikin sekaligus memancing reaksi keras pihak Muslim.

Rasulullah Saw kemudian menyiapkan diri untuk membuka Makkah (Fathu Makkah). Rasul s.a.w. telah bertolak dari Madinah pada 10 Ramadhan. Dalam perjalanan tersebut Rasulullah telah berbuka puasa, yang juga diikuti kaum muslim lainnya.

Jumlah mereka ketika keluar dari Madinah sekitar 12.000 orang. Dalam perjalanan, beberapa kabilah Arab bergabung dengan mereka. Sampai di pinggiran kota Makkah berhentilah rombongan tersebut, berkemah dan menyalakan api unggun di malam itu, hingga menjadikan pemandangan api unggun yang sangat luas.

Esok harinya, Rasulullah membagi pasukan. Khalid bin Walid ditempatkan di sayap kanan untuk memasuki Makkah dari dataran rendah dan menunggu kedatangan Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam di Shafa.

Di bagian lain, Zubair bin Awwam memimpin pasukan sayap kiri, membawa bendera Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dan memasuki Makkah melalui dataran tingginya. Beliau perintahkan agar menancapkan bendera di daerah Hajun dan tidak meninggalkan tempat tersebut hingga beliau datang.

Kemudian, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam memasuki kota Makkah dengan tetap menundukkan kepala sambil membaca firman Allah:

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا

Halaman1234
Editor: Iwan Apriansyah
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas