Cara Membayar Puasa Ibu Melahirkan dan Menyusui

Ibu menyusui dimudahkan untuk tidak menjalankan puasa, namun wajib membayarnya. Bagaimana cara membayar puasanya?

Cara Membayar Puasa Ibu Melahirkan dan Menyusui
Ist

TRIBUNNEWS.COM - Jika ibu sedang melahirkan pada Ramadan, kemudian menyusui selama dua tahun, karena mengkhawatirkan keadaan diri saya dan anak, ibu ini tidak puasa. Nah bagaimana cara membayar puasanya?

Ustad A Rahim Audah menjelaskan, kondisi fisik seorang perempuan dalam menghadapi kehamilan dan saat menyusui, memang berbeda-beda. Namun, pada dasarnya, kalori yang dibutuhkan untuk memberi asupan bagi sang buah hati adalah sama, yaitu sekitar 2.200-2.300 kalori per hari untuk ibu hamil dan 2.200-2.600 kalori per hari untuk ibu menyusui.

Kondisi inilah yang menimbulkan konsekuensi berbeda bagi ibu dalam menghadapi saat puasa Ramadan. Ada yang merasa tidak bermasalah atas dirinya dan sang bayi, sehingga dapat menjalani puasa.

Namun demikian, ada ibu yang mengkhawatirkan keadaan dirinya jika harus terus berpuasa Ramadan. Begitu pula para ibu yang memiliki buah hati yang lemah kondisi fisiknya, masih sangat tergantung asupan makanan dari sang ibu melalui air susu ibu.

Kedua kondisi terakhir, memiliki konsekuuensi hukum yang berbeda bentuk pembayarannya.

1. Untuk ibu hamil dan menyusui, mengkhawatirkan keadaan dirinya saja bila berpuasa maka wajib mengqadha (tanpa fidyah) di hari yang lain ketika telah sanggup berpuasa. Keadaan ini disamakan orang yang sedang sakit dan mengkhawatirkan keadaan dirinya. (QS Al Baqarah: 184).

2. Untuk ibu hamil dan menyusui, mengkhawatirkan keadaan dirinya dan buah hati bila berpuasa; si ibu wajib mengqadha (saja) sebanyak hari-hari puasa yang ditinggalkan ketika sanggup melaksanakan.

3. Untuk ibu hamil dan menyusui, mengkhawatirkan keadaan si buah hati saja, ulama berbeda pendapat tentang proses pembayaran puasa sang ibu.

Dalil ulama yang mewajibkan sang ibu membayar qadha saja, sama sebagaimana kondisi pertama dan kedua, perempuan hamil atau menyusui disamakan statusnya sebagaimana orang sakit. Pendapat ini dipilih oleh Syaikh Bin Baz dan Syaikh As-Sa'di rahimahumallah

Dalil ulama yang mewajibkan sang ibu untuk membayar fidyah saja, sama sebagaimana dalil ulama yang mewajibkan qadha dan fidyah, yaitu perkataan Ibnu Abbas radhiallahu'anhu, "Wanita hamil dan menyusui, jika takut terhadap anak-anaknya, maka mereka berbuka dan memberi makan seorang miskin" ( HR Abu Dawud).

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help