• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Tribunnews.com

Bayar Fidyah Dalam Bentuk Uang

Jumat, 19 Agustus 2011 15:33 WIB
Bayar Fidyah Dalam Bentuk Uang
NET
Ilustrasi Fidyah

TRIBUNNEWS.COM - Bolehkah membayar fidyah dalam bentuk uang. Adakah batasan waktu membayar fidyah itu? Simak penjelasan Ustad Masdari Msi berikut ini.

Dalam bahasa agama fidyah itu disebut juga kaffarat, yang bisa dimaknai dengan sanksi atau sesuatu yang wajib dilaksanakan lantaran telah meninggalkan sesuatu ajaran agama, karena sebab-seban tertentu.

Fidyah atau kaffarat menjadi makin populer manakala dikaitkan dengan orang-orang yang tidak melaksanakan puasa dengan alasan tersendiri yang ditolerir agama.

Dalam Islam tidak sedikit ajaran yang memberi kelonggaran, kemudahan atau dispensasi bagi umatnya, sebagaimana halnya dengan puasa.

Salah satu prinsip ajaran Islam adalah elastis dalam pelaksanaannya. Prinsip semacam itu nyaris tidak ditemukan dalam ajaran agama lain, baik agama samawi maupun agama ardhi. Firman Allah: "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu" (Al-Baqarag ayat 185).

Fidyah diwajibkan bagi siapa saja yang melanggar larangan puasa di siang hari, seperti suami istri yang melakukan jima. Dasar hukum fidyah antara lain disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW: "Jika ia meninggalkan puasa tanpa uzur, wajiblah difidyahkan, tapi karena uzur tidak".

Seperti termaktub dalam hadis di atas, fidyag direalisasikan dengan memberi makan seorang fakir miskin selama satu hari. Sedikit banyak bilangan hari memberi fakir miskin tergantung kepada berat ringannya jenis pelanggaran yang dilakukan oleh orang yang berpuasa tersebut.

Karena Rasulullah memberi petunjuk seperti itu, maka fidyah lebih utama dalam bentuk pemberian makanan. Jenis makanan yang diberikan tentu saja bukan sekehendak kita, tapi minimal sesuai dengan kebiasaan makan minum orang miskin yang bersangkutan.

Jika dia dalam sehari makan tiga atau dua kali, maka sebanyak itu pula banyak makanan atau minuman yang dikasihkan. Begitupula dengan jenis beras, lauk-pauk atau sayur-mayur yang biasa mereka konsumsi tidak bisa diubah begitu saja.

Meski demikian Islam tetap memberi kemudahan bagi umatnya yang kana melaksanakan kewajiban fidyahnya. Bagi mereka yang sibuk, padatnya agenda diperbolehkan membayar fidyah dalam bentuk uang.

Artinya mereka bisa saja mengganti beras, ikan, sayuran dan lainnya lalu dikalikan berapa fidyah yang akan dibayarkan tersebut. Hanya harus dihitung secara cermat berapa jumlahnya sesuai menu makanan yang bersangkutan.

Lebih bagus fidyah berupa uang tersebut diserahkan ke panti sosial, panti asuah dan sejenisnya, karena di situ sudah ada kalkulasi berapa biaya makan-minum per orang dalam sehari.

Adapun batas waktu atau masa pembayaran fidyah tersebut relatif lama, yaitu sampai bulan Sya'ban. Jangan sampai membayar fidyah tersebut membayar sampai Ramadan tahun depan.

Mengingat panjangnya rentang waktu membayar fidyah tersebut, maka tiap orang memiliki peluang yang besar untuk mampu melaksanakannya. Namun membayar fidyah sebaiknya dilakukan secepatnya. Bukankah lebih cepat lebih baik.

Editor: Anita K Wardhani
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
151325 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas