Mudik Lebaran 2011

Mainkan Tarif Tiket, Bus Luragung Diamankan Petugas

Walaupun sudah diperingatkan agar tidak memainkan tarif, masih saja ada oknum perusahaan otobus

Mainkan Tarif Tiket, Bus Luragung Diamankan Petugas
Tribunnews.com/Iwan Taunuzi
Kedatangan penumpang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Senin (13/9/2010) siang.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Setiaji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Walaupun sudah diperingatkan agar tidak memainkan tarif, masih saja ada oknum perusahaan otobus yang nekat melakukannya. Akibatnya, bus Luragung bernomor polisi B 7558 E di Terminal Kampung Rambutan diamankan petugas karena terbukti memainkan tarif harga tiket yang tak sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Terminal Kampung Rambutan, Dwi Basuki, membenarkan hal tersebut bahwa saat ini masih saja ada oknum yang memanfaatkan ramainya para pemudik yang ingin pulang kampung dengan melebih-lebihkan harga karcis.

Dari hasil pemeriksaan, petugas mendapati awak bus Luragung jurusan Kuningan–Jakarta ini menjual harga tiket diluar ketentuan atau melebihi harga tuslah. "Harga tiket harusnya dijual Rp 43 ribu perpenumpang, namun oleh oknum PO bus tersebut dijual seharga Rp 60 ribu perpenumpang," ujar Basuki, Senin (29/8/2011).

Menurutnya berdasarkan ketentuan pemerintah, untuk tarif bus ekonomi telah ditentukan untuk batas atas wilayah I (Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara) sebesar Rp 139 perkilometer. Sedangkan wilayah II (Kalimantan, Sulawesi) sebesar Rp 154 perkilometer per penumpang.

Kemudian, untuk tarif batas bawah wilayah I Rp 86 perkilometer perpenumpang dan wilayah II Rp 95 perkilometer per penumpang. "Bila ada yang melanggar ketentuan, tentu akan kita tindak. Ini sudah komitmen bersama yang harus ditaati," imbuhnya.

Punya pertanyaan seputar Islam dan Ramadhan? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Islami oleh Dr. Muhammad Akhyar Adnan, MBA., Ak (Dewan Pengawas LAZISMU)

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk lebih lanjut kunjung Rubrik Konsultasi Islami Tribunnews.com

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Widiyabuana Slay
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help