• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribunnews.com

Ademnya Masjid Raya Cipaganti Rancangan Schoemaker

Sabtu, 21 Juli 2012 05:15 WIB
Ademnya Masjid Raya Cipaganti Rancangan Schoemaker
WARTA KOTA
MASJID Raya Cipaganti adalah salah satu masjid tua di Kota Bandung. Berdiri pada 7 Februari 1933, masjid tersebut berada di lokasi strategis, yakni pinggir Jalan Cipaganti dan dekat dengan sejumlah tempat seperti pusat belanja Cihampelas, Setiabudi, dan Sukajadi.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Oleh Ida Romah

MASJID Raya Cipaganti adalah salah satu masjid tua di Kota Bandung. Berdiri pada 7 Februari 1933, masjid tersebut berada di lokasi strategis, yakni pinggir Jalan Cipaganti dan dekat dengan sejumlah tempat seperti pusat belanja Cihampelas, Setiabudi, dan Sukajadi.

Masjid ini dirancang oleh arsitek Belanda Charles Prosper Wolff Schoemaker (arsitek Hotel Preanger dan Villa Isola) dibantu Het Keramische Laboratorium Bandung (sekarang Balai Besar Keramik).

Ketika itu, Gubernur Hindia-Belanda memerintah agar pusat kota beralih ke utara.
Karena itu, Bupati Bandung R Tumenggung Hassan Sumadipradja bersama Patih Bandung R Wirijadinata dan Penghulu Bandung H Abdoel Kadir mengusulkan agar dibangun masjid di Jalan Cipaganti No 85 (dulu namanya Banana Street).

Atas dukungan semua pihak, akhirnya masjid pun terwujud dengan ukuran 9x15 meter.
Pengurus DKM Masjid Raya Cipaganti, Uju Dimyati, mengatakan, seiring dengan perkembangan, sejumlah tokoh dari Sukajadi yang dikomandoi Camat Sukajadi ketika itu mengusulkan agar bangunan masjid diperluas.

"Ini karena bangunan masjid yang tak lagi mampu menampung jamaah," kata Uju saat ditemui Tribun di area Masjid Raya Cipaganti, Selasa (17/7/2012).

Karena itu, pada 1965 masjid diperluas ke kanan dan kiri, masing-masing 17 meter, dan ke belakang sekitar 15 meter. Masjid pun mampu menampung lebih banyak jamaah.

Walau diperluas, bangunan pokok masjid sejak pertama dibangun tetap ada. Bangunan itu tidak diubah, dibiarkan asli seperti sedia kala.

Bangunan masjid pertama itu menjadi bagian tengah masjid sekarang. Kaligrafi di pintu masuk, kalimat hamdalah di sokoguru, plafon, dan desain interior tetap dibiarkan seperti sejak 1933.

Lampu ukuran besar juga masih digunakan dan digantung di tengah bangunan utama masjid.
Selain pada 1965, perombakan juga terjadi pada 1979.

Kanan-kiri bangunan direnovasi besar-besaran sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Kaca jendela yang dulunya tidak ada menjadi ada di sekeliling masjid. Ukiran kayu di bagian atas kosen kaca jendela juga tergolong baru.

Saat ini, tidak hanya terdapat bangunan masjid. Di area Masjid Raya Cipaganti juga berdiri TK Alquran, sekretariat DKM dan kantor biro perjalanan haji dan umrah. Di sayap kanan masjid tetap berdiri bangunan kantor urusan agama.

Uju mengatakan, selain didesain oleh orang Belanda, Masjid Raya Cipaganti merupakan tempat bersejarah bagi presiden pertama RI, Soekarno. Konon, kata dia, masjid tersebut merupakan tempat pembicaraan penting Presiden Soekarno saat berada di Bandung pada tahun 1950-an.

Masjid Raya Cipaganti juga pernah dijadikan markas tentara Pembela Tanah Air (PETA).
"Pak Soekarno sering ke sini ketika berada di Bandung. Kemudian Panglima TNI AH Nasution juga," ujar Uju.

Sekarang, Masjid Raya Cipaganti juga kerap disinggahi pejabat. Selain itu, sejumlah wisatawan, termasuk dari luar negeri, juga ikut singgah.

Wisatawan itu singgah untuk menunaikan salat, tapi banyak juga yang sengaja bertanya tentang sejarah masjid dan mempelajari arsitekturnya.

Setiap hari Jumat, masjid dipadati jamaah salat Jumat. Bahkan masjid tak sanggup menampung jamaah sehingga pelaksanaan salat Jumat meluber ke jalan raya.

"Jamaahnya bukan hanya warga sini, tapi juga warga luar yang kebetulan berada di Bandung. Katanya Masjid Cipaganti adem," kata Uju.

Saat Ramadan dan Idulfitri, masjid makin ramai. Apalagi DKM menggelar sejumlah kegiatan, mulai tarawih berjamaah, tadarus Alquran, salat, dan ceramah Subuh, iktikaf, takjil gratis, buka bersama, sampai bazar buku, hingga pelatihan pemulasaraan jenazah.

Bagi yang penasaran ingin singgah di Masjid Raya Cipaganti, aksesnya sangat mudah. Tinggal menyusuri Jalan Cipaganti ke arah Setiabudi, pasti menemukan bangunan masjid di pinggir kiri jalan. Jalan Cipaganti juga dilalui angkutan kota, terutama yang tujuan Ledeng.

KLIK JUGA:

Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
746131 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas