Rabu, 8 Juli 2015
Tribunnews.com

Ademnya Masjid Raya Cipaganti Rancangan Schoemaker

Sabtu, 21 Juli 2012 05:15 WIB

Ademnya Masjid Raya Cipaganti Rancangan Schoemaker
WARTA KOTA
MASJID Raya Cipaganti adalah salah satu masjid tua di Kota Bandung. Berdiri pada 7 Februari 1933, masjid tersebut berada di lokasi strategis, yakni pinggir Jalan Cipaganti dan dekat dengan sejumlah tempat seperti pusat belanja Cihampelas, Setiabudi, dan Sukajadi.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Oleh Ida Romah

MASJID Raya Cipaganti adalah salah satu masjid tua di Kota Bandung. Berdiri pada 7 Februari 1933, masjid tersebut berada di lokasi strategis, yakni pinggir Jalan Cipaganti dan dekat dengan sejumlah tempat seperti pusat belanja Cihampelas, Setiabudi, dan Sukajadi.

Masjid ini dirancang oleh arsitek Belanda Charles Prosper Wolff Schoemaker (arsitek Hotel Preanger dan Villa Isola) dibantu Het Keramische Laboratorium Bandung (sekarang Balai Besar Keramik).

Ketika itu, Gubernur Hindia-Belanda memerintah agar pusat kota beralih ke utara.
Karena itu, Bupati Bandung R Tumenggung Hassan Sumadipradja bersama Patih Bandung R Wirijadinata dan Penghulu Bandung H Abdoel Kadir mengusulkan agar dibangun masjid di Jalan Cipaganti No 85 (dulu namanya Banana Street).

Atas dukungan semua pihak, akhirnya masjid pun terwujud dengan ukuran 9x15 meter.
Pengurus DKM Masjid Raya Cipaganti, Uju Dimyati, mengatakan, seiring dengan perkembangan, sejumlah tokoh dari Sukajadi yang dikomandoi Camat Sukajadi ketika itu mengusulkan agar bangunan masjid diperluas.

"Ini karena bangunan masjid yang tak lagi mampu menampung jamaah," kata Uju saat ditemui Tribun di area Masjid Raya Cipaganti, Selasa (17/7/2012).

Karena itu, pada 1965 masjid diperluas ke kanan dan kiri, masing-masing 17 meter, dan ke belakang sekitar 15 meter. Masjid pun mampu menampung lebih banyak jamaah.

Halaman123
Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas