• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

Selama Ramadan PMI Jakarta Kekurangan Darah

Sabtu, 4 Agustus 2012 16:03 WIB
Selama Ramadan PMI Jakarta Kekurangan Darah
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Seorang petugas menata labu darah di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, Jalan Aceh, Selasa (3/4/2012). Terkait kenaikan harga darah dari Rp 200 ribu menjadi Rp 250 ribu per labu, PMI Kota Bandung membantah melakukan komersialisasi labu darah karena kenaikan harga tersebut terjadi pada Biaya Penggantian Pengolahan Darah (BPPD) yaitu biaya dari mulai proses pengambilan darah hingga menjadikan darah yang berkualitas dan aman berdasarkan keputusan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI yang tertuang dalam surat Kemenkes RI No.JP.01.01.3.1519.2011 tanggal 6 Juni 2011 tentang Tata Laksana Jaminan Pengobatan Pelayanan Thalassemi. (Tribun Jakarta/GANI KURNIAWAN)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Palang Merah Indonesia (PMI) selama bulan ramadhan mengalami kekurangan kantong darah. Pasalnya sebagian besar pendonor potensial masih menganggap kegiatan donor darah dapat menganggu puasa.

Kepala Unit Transfusi Darah PMI Jakarta, Salimar Salim saat dihubungi wartawan, Sabtu (04/08/2012) mengatakan diluar bulan puasa setiap harinya ada sekitar 1000 pendonor yang menyumbangkan darahnya, dan setiap harinya Jakarta membutuhkan 1000 unit kantong darah

"Jadi dapat dikatakan pasokan dan permintaan itu berimbang," katanya.

Namun selama bulan ramadhan, jumlah pendonor yang datang ke kantor PMI menurun hinga 70 persen, sedangkan permintaan akan darah sama sekali tidak berkurang.

Saat ini saja, menurutnya PMI hanya mempunyai 1900 kantong darah untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta, selama rentang waktu tertentu. Menurut Salimar saat ini PMI Jakarta hanya memiliki A, B, O dan AB, yang paling kritis adalah jenis A dan AB,

Salah satu penyebab masyarakat enggan mendonor selama bulan puasa adalah kepercayaan bahwa mendonor selama bulan puasa dapat membatalkan ibadah, dan menganggu kesehatan

Padahal sejak tahun 2000 lalu Majelis Ulama Indonesia sempat mengeluarkan fatwa, bahwa mendonor tidak mengganggu ibadah, justru dapat memperbanyak pahala.

"Masyarakat juga banyak yang masih menganggap mendonor saat berpuasa akan membuat tubuh lemah," tambahnya.

Di Jakata, terdaftar ada sekitar 300 pendonor yang tercatat. Jumlah tersebut menurutnya masih kurang jika mengacu pada peraturan WHO. Rencananya, pihak PMI akan mendatangi para pendonor potensial di gereja, pure maupun wihara.

Ayo Klik:

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
794971 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas