Senin, 22 Desember 2014
Tribunnews.com

Tobatnya Seorang Penjahat

Sabtu, 4 Agustus 2012 08:31 WIB

Tobatnya Seorang Penjahat
Wahyu Aji/Tribunnews.com
Ustad Jefri Al Buchori

Oleh Ustad Jeffry Al Buchori

TRIBUNNEWS.COM - DALAM sebuah majelis pengajian yang diselenggarakan oleh Imam Hasan Al-Bashri, hadirlah seorang penjahat. Beliau sendiri tidak pernah mengenalnya dan hanya tahu namanya saja. Orang menyebutnya sebagai Atabatul Ghulam. Semua orang mengenal kejahatan dan kekejamannya. Bahkan tokoh ini sudah layak disebut orang fasik.

Di tengah sesi tanya jawab, seorang jamaah pengajian mengajukan pertanyaan kepada Imam Hasan Al-Bashri, "Wahai syeikh! Bagaimana jika seseorang sudah sangat keterlaluan mengerjakan kemaksiatan, apakah dosanya dapat diampuni oleh Allah?"

Ulama besar dan tokoh sufi ini pun menjawab, "Apabila dengan penuh kesadaran dan dengan hati yang sungguh-sungguh ia bertobat menurut syarat-syaratnya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya, sekalipun dosanya itu seperti yang dilakukan Atabatul Ghulam."

Betapa terkejutnya tokoh penjahat ini ketika dirinya dijadikan contoh pelaku besar dosa besar. Namun, Allah tetap berkenan memberikan ampunan, seandainya ia mau bertobat dengan sepenuh hati.

Allah adalah Zat Yang Maha Pengampun. Luasnya ampunan Allah tidak dapat kita ukur atau kita batasi. Allah selalu membuka diri-Nya untuk memberi ampunan untuk setiap hambanya yang pernah menyimpang dari jalan-Nya.

Bertaburan ayat dalam Alquran dan hadis Nabi yang menunjukkan betapa Maha Pengampunnya Allah SWT. Tidak hanya akan mengampuni, bahkan dengan kasih sayang-Nya, Allah mengajak setiap pendosa untuk bersegera kembali kepada-Nya.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ali `Imran,  "Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Rabbmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan." (QS 3:133-134)

Bagaimana cara kita bertobat, Rasulullah SAW mengajarkan kita memohon ampunan kepada Allah. Beliau bersabda, "Demi Allah, sesungguhnya aku membaca istigfar (minta ampun) dan bertobat kepada Allah setiap hari lebih dari 70 kali." (HR Bukhari).

Dalam hadis lain, dari Ibnu Umar, ia berkata kami menghitung dalam satu majelis bahwa Rasulullah SAW mengucapkan doa berikut sebanyak seratus kali. "Ya Rabbku, ampunilah segala dosaku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat dan Engkau Yang Maha Penyayang." (HR Abu Dawud)

Ketahuilah saudaraku, bahwasanya Allah Mahaluas Ampuan dan Rahmat-Nya. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah membentangkan tangan rahmat-Nya pada waktu malam, agar orang yang telah melanggar perintah-Nya pada siang hari bertobat.  Dan, juga mengulurkan tangan rahmat-Nya pada waktu siang agar orang yang telah melanggar perintah-Nya pada waktu malam bertobat. Keadaan itu tetap berlangsung hingga matahari terbit dari arah timur." (HR Muslim).

Rasulullah juga bersabda, "Sesungguhnya Allah tetap menerima tobat hamba-Nya selama ruh belum sampai di tenggorokkan (hampir mati)." (HR Tirmizi, Ahmad, dan Ibnu Majah).

Dalam sebuah hadis Qudsi, Allah berfirman, "Aku selalu bersama hamba-Ku apabila ia ingat kepada-Ku, dan ketika bibirnya bergerak menyebut nama-Ku." (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Dari uraian di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Allah SWT menyeru hamba-Nya yang pernah melakukan maksiat agar memohon ampun dan bertobat kepada-Nya. Allah juga memerintahkan kepada Nabi-Nya agar menyeru umatnya untuk segera bertobat.

Allah berfirman dalam Surah Az-Zumar (QS 39: 53-54), "Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri,  janganlah kamu berputus asa dari nikmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Rabbmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong."

Saat ini kita tengah berada dalam bulan suci Ramadan. Bulan yang memiliki banyak keistimewaan dan kemuliaan melebihi bulan-bulan yang lainnya. Pada bulan ini, Allah SWT juga menurunkan rahmat yang berlimpah ruah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, serta menurunkan berkah dan magfirah-Nya.

Maka saudaraku, mari kita segera bergegas memohon ampunan dan pertobatan di bulan magfirah ini. (*)

Klik juga:

Bulan Perlombaan

Dari Masjid Jin Hingga Masjid…

Editor: Anita K Wardhani

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas