Sabtu, 28 Maret 2015
Tribunnews.com

Fauzan Pingsan Saat Mengelilingi Kabah

Kamis, 9 Agustus 2012 05:07 WIB

Fauzan Pingsan Saat Mengelilingi Kabah
TRIBUN BATAM/CANDRA P PUSPONEGOROegoro
Umat Muslim memadati Kabah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Jumat (3/8/2012).

Laporan Tribunnews Batam Candra P. Pusponegoro dari Mekkah Arab Saudi

TRIBUNNEWS.COM, MEKKAH - Prosesi ibadah umrah ke tanah suci di Kota Mekkah dan Madinah Arab Saudi membutuhkan fisik yang baik. Selama berada di sini, jemaah akan bertemu dengan suhu panas dan dingin yang ekstrem. Apabila tidak memiliki persiapan, umumnya mereka akan mengalami gangguan kesehatan fisiknya.

Apabila gejala batuk, pilek, Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), diare, atau gangguan lain menghampiri tentu akan mengganggu aktivitas peribadatan. Untuk itu, selama berada di tanah suci, setiap jemaah diwajibkan mempersiapkan kesehatan dirinya. Tujuannya, selama ibadah tidak timbul rasa sakit.

Pada bulan Juli hingga Agustus 2012, suhu Kota Madinah dan Mekkah tidak jauh berbeda. Artinya titik terendah, suhu mencapai 29° celcius dan tertinggi 44°celcius. Siang hari, terik matahari terasa sangat panas dan malam harinya terasa lebih dingin. Jika calon jemaah tidak memiliki persiapan maka dimungkinkan bisa terserang sakit.

Kendati demikian, calon jemaah umrah yang baru pertama kali bertandang ke sini harus memperhatikan kesehatannya. Di antaranya harus memperbanyak minum air zam-zam, tidak boleh terlalu sering berada di tempat panas (terbuka), begadang, telat makan, atau terlalu memforsir tenaga. Terlebih jika umrah dilakukan selama puasa Ramadan.

Menurut pengalaman jemaah umrah dari Nettour Batam, H Mohamad Nur mengatakan, apabila sudah berada di tanah suci sebaiknya jangan terlalu sering berada di halaman terbuka. Alasannya, suhu panas terik bisa mengakibatkan kulit ari pada bagian wajah, tangan, atau kaki bisa mengelupas dan bersisik.

“Suhu panas yang berlebih bisa mengakibatkan pusing, kulit ari mengelupas, dan bersisik. Walaupun jemaah sudah mengenakan pelindung sinar ultraviolet (sunblock) tetap saja akan mengelupas karena paparan sinar matahari,” jelas Mohamad Nur yang sudah menunaikan ibadah haji tahun 1995 dan 2009 lalu, Rabu (8/8/2012).

Halaman123
Editor: Willy Widianto
Sumber: Tribun Batam
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas