• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunnews.com

Cuaca Menyengat Iringi Salat Tarawih Pertama di Mekkah

Rabu, 10 Juli 2013 01:23 WIB
Cuaca Menyengat Iringi Salat Tarawih Pertama di Mekkah
Tribun Batam/Candra P Pusponegoro
Kerlap-kerlip lampu di antara bulan sabit di atas jam besar Tower Zam-zam di Kota Mekkah, Arab Saudi, Selasa (9/7/2013), sebelum Salat Tarawih di Masjid al Haram. Kilauan lampu yang indah dan cantik ini dinyalakan secara terus-menerus hingga 1 Ramadan 1434 H/Rabu 10 Juli 2013 tiba.

Laporan Wartawan Tribun Batam, Candra P. Pusponegoro

TRIBUNNEWS.COM, MEKKAH - Menjelang 1 Ramadan 1434 Hijriah, jutaan umat muslim berduyun-duyun mendatangi Masjid al Haram di Kota Mekkah, Arab Saudi, Selasa (9/7/2013).

Kendati Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sedang merenovasi masjid, Umat Islam di Tanah Suci tidak ingin melewatkan kesempatan yang mulia ini, termasuk jemaah dari Tanah Air, khususnya mereka yang sedang menunaikan ibadah umrah.

Meski kondisi cuaca Kota Mekkah berawan dan bersuhu udara 43 derajat Celcius, tidak menyurutkan niat jemaah beribadah.

Imam Besar Masjid Al Haram Syaikh Abdurrahman Ash Shudais Al Hafiz yang sebelumnya jarang mengimami salat, menjelang Ramadan mulai aktif kembali.
 
Jemaah Indonesia yang berada di Mekkah menyangka, Salat Tarawih dilakukan, Senin (8/7/2013). Ini terlihat dari jutaan jemaah yang memadati seluruh penjuru masjid seusai Salat Magrib pukul 19.40 waktu setempat atau pukul 23.40 WIB.

Setelah diumumkan bahwa 1 Ramadan 1434 H jatuh pada Rabu (10/7/2013), seluruh akses jalan menuju arah masjid penuh sesak pada Selasa (9/7/2013) malam.
 
“Keadaan kemarin malam (Senin 8/7/2013) diperkirakan sudah mulai Salat Tarawih, namun tidak jadi. Malam ini, Salat Tarawih pertama di Mekkah, kepadatan di luar masjid dan seluruh tempat salat laki-laki atau perempuan di lantai tiga penuh,” ungkap Erdi Yasman Siallagan, jemaah umrah asal Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (10/7/2013) dini hari.
 
Ia menambahkan, lokasi Thawaf di dekat Kabah sangat sempit. Selain karena pekerjaan renovasi masjid, memasuki bulan puasa, jutaan Umat Islam secara bergelombang mendatangi Mekkah dan Madinah.

Erdi menuturkan, tempat Thawaf di lantai dua dan tiga hampir selesai dikerjakan. Hanya, akses masuk menuju tempat Thawaf berbentuk lingkaran belum dibuka.
 
Untuk mengantisipasi membludaknya jamaah yang akan menunaikan Salat Tarawih, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menerjunkan ratusan polisi dan tentara.

Mereka ditempatkan di titik-titik tertentu. Diantaranya di pintu utama, jalan-jalan, dan lokasi Thawaf di Kabah. Sedangkan polisi dan tentara yang bertugas di dalam masjid mengatur arus lalu lintas keluar dan masuk.
 
Bila sudah tidak ada tempat untuk jemaah duduk di dalam masjid, para polisi menghalau jemaah agar berada di luar.

Sebab, jika jamaah menerobos masuk ke dalam, mereka akan berdesak-desakan dengan jemaah yang sudah hadir sebelumnya. Kecuali mereka yang berpakaian ihram (kain putih), diperbolehkan masuk untuk melaksanakan Thawaf dan Sa’i.
 
“Jemaah yang telat masuk ke masjid akan dihalau polisi agar tidak masuk dalam. Sebab, di dalam sudah penuh sesak. Tapi, jika mereka berpakaian ihram dibolehkan masuk untuk ibadah Thawaf dan Sa’i, inipun juga diatur agar tidak berdesak-desakkan,” jelas pria yang sudah menunaikan ibadah umrah lebih dari 10 kali.
 
Hal senada juga dikatakan M Dalimanul Hakim (13), jemaah umrah asal Kabupaten Bengkalis, Riau. Kepada Tribun Batam (Tribun Network), Rabu (10/7/2013), ia mengungkapkan kegembiraannya.

Untuk pertama kali di usianya yang belia, ia berkesempatan menunaikan umrah. Kendati belum banyak mengetahui seluk-beluk Kota Mekkah, Hakim hanya berkeinginan menghabiskan waktunya untuk beribadah penuh selama Ramadan.

Alasannya, selain program umrah yang diikutinya hanya 16 hari perjalanan, pelaksanaan ibadah di Mekkah hanya 10 hari. Sehingga, ibadah apapun di Mekkah tidak pernah ia lewatkan.
 
“Saya tidak bisa mengungkapkan perasaan ini. Bahagia dan sedih bercampur menjadi satu. Umrah pertama saya ini merupakan pengalaman yang luar biasa. Saya tidak ingin ke mana-mana kecuali hanya ibadah,” papar M Dalimanul Hakim. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Batam
0 KOMENTAR
2005621 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas