Selasa, 21 April 2015
Tribunnews.com

Cuaca Menyengat Iringi Salat Tarawih Pertama di Mekkah

Rabu, 10 Juli 2013 01:23 WIB

Cuaca Menyengat Iringi Salat Tarawih Pertama di Mekkah
Tribun Batam/Candra P Pusponegoro
Kerlap-kerlip lampu di antara bulan sabit di atas jam besar Tower Zam-zam di Kota Mekkah, Arab Saudi, Selasa (9/7/2013), sebelum Salat Tarawih di Masjid al Haram. Kilauan lampu yang indah dan cantik ini dinyalakan secara terus-menerus hingga 1 Ramadan 1434 H/Rabu 10 Juli 2013 tiba.

Laporan Wartawan Tribun Batam, Candra P. Pusponegoro

TRIBUNNEWS.COM, MEKKAH - Menjelang 1 Ramadan 1434 Hijriah, jutaan umat muslim berduyun-duyun mendatangi Masjid al Haram di Kota Mekkah, Arab Saudi, Selasa (9/7/2013).

Kendati Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sedang merenovasi masjid, Umat Islam di Tanah Suci tidak ingin melewatkan kesempatan yang mulia ini, termasuk jemaah dari Tanah Air, khususnya mereka yang sedang menunaikan ibadah umrah.

Meski kondisi cuaca Kota Mekkah berawan dan bersuhu udara 43 derajat Celcius, tidak menyurutkan niat jemaah beribadah.

Imam Besar Masjid Al Haram Syaikh Abdurrahman Ash Shudais Al Hafiz yang sebelumnya jarang mengimami salat, menjelang Ramadan mulai aktif kembali.

Jemaah Indonesia yang berada di Mekkah menyangka, Salat Tarawih dilakukan, Senin (8/7/2013). Ini terlihat dari jutaan jemaah yang memadati seluruh penjuru masjid seusai Salat Magrib pukul 19.40 waktu setempat atau pukul 23.40 WIB.

Setelah diumumkan bahwa 1 Ramadan 1434 H jatuh pada Rabu (10/7/2013), seluruh akses jalan menuju arah masjid penuh sesak pada Selasa (9/7/2013) malam.

Halaman123
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Batam
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas