• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

Bazar Ramadan di Pasar Benhil Bikin Macet

Kamis, 11 Juli 2013 03:37 WIB
Bazar Ramadan di Pasar Benhil Bikin Macet
TRIBUNNEWS.COM/ JEPRIMA
Seorang penjual makanan berbuka puasa menghitung hasil jualannya di Pasar Benhil, Jalan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7/2012).

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Bintang Pradewo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada hari pertama Ramadan, Rabu (10/7/2013), banyak pedagang makanan serta minuman menyuguhkan menu berbuka puasa jelang azan magrib berkumandang.

Salah satu pasar yang menjadi tujuan masyarakat untuk mencari makanan untuk berbuka puasa, adalah bazar Ramadan di depan Pasar Tradisional Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat.

Pantauan Warta Kota (Tribun Network), di depan Pasar Benhil terdapat sebuah tenda sepanjang sekitar 80 meter, yang digunakan pedagang untuk berjualan.

Ada sekitar puluhan pedagang yang berjualan di bawah tenda yang terpasang dari tiang-tiang besi. Mereka menjajakan makanan berat dan ringan seperti gorengan, lontong, risol, dan kue-kuean.

Sedangkan makanan berat seperti masakan Padang, dan ikan bakar, menghiasi pasar itu. Takjil khas bulan puasa seperti kolak, biji salak, bubur kampiun, es campur, es cendol, dan es buah, juga tersedia.

Warga Benhil serta para pekerja kantoran yang berada di kawasan Sudirman, memadati bazar Ramadan. Karena lahan bazar Ramadan tidak mencukupi, sebagian warga memenuhi seperempat badan jalan, dan mengakibatkan kemacetan yang cukup parah.

Puluhan mobil terjebak macet dari arah Benhil menuju Sudirman. Beberapa mobil dan sepeda motor juga terlihat parkir sembarangan dan mengakibatkan kemacetan.

Pada pukul 17.30 WIB, kemacetan begitu parah karena sekitar 30 menit lagi, waktunya berbuka puasa. Banyak pengendara yang membunyikan klakson, karena tidak sabar dengan kemacetan yang ditimbulkan dari bazar Ramadan. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
1 KOMENTAR
2010302 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas