• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 21 Agustus 2014
Tribunnews.com

Hikmah Salat Tarawih

Kamis, 18 Juli 2013 20:34 WIB
Hikmah Salat Tarawih
/M ANSHAR (aan)
Umat Islam melaksanakan Shalat Tarawih perdana Bulan Suci Ramadhan 1434 Hijriah di halaman Masjid Raya, Banda Aceh, Selasa (9/7/2013). (SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR) 

Oleh Prof. Dr. H. Azman Ismail, MA. Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

DENGAN tibanya bulan Ramadhan, kaum muslimin berduyun-duyun memadati tempat ibadah seperti meunasah, surau dan masjid. Mereka membawa anak-anak untuk melakukan saalat berjamaah, iktikaf dan membaca Alquran di tempat ibadah. Di malam hari kaum muslimin melakukan shalat Isya, Tarawih, dan Witir.

Shalat Tarawih dikerjakan secara berjamaah, walaupun shalat ini boleh dikerjakan secara individu. Dalam praktik sehari-hari pelaksanaan shalat Tarawih terkait sekali dengan shalat berjamaah, artinya seseorang yang tidak sempat melaksanakan shalat Tarawih secara berjamaah, hampir dapat dipastikan orang tersebut tidak melakukan shalat Tarawih pada malam itu.

Pelaksanaan shalat Tarawih secara berjamaah mengandung beberapa hikmah. Pelaksanaan shalat secara berjamaah dapat menambah pahala bagi pelaksananya sampai 25 atau 27 kali lipat ganda. Kelipatan pahala berjamaah bertambah lagi karena shalat itu dikerjakan pada bulan Ramadhan. Di antara keutamaan bulan Ramadhan adalah pelaksanaan shalat sunat mendapat pahala seperti melaksanakan shalat wajib.

Pelaksanaan shalat berjamaah membuat kehidupan kaum muslimin lebih akrab. Para jamaah saling bertemu, menyapa dan saling menanyakan keadaan masing-masing. Seorang wali murid misalnya, dapat menanyakan tentang keadaan anaknya pada seorang guru yang menjadi jamaah tetap di sebuah masjid.

Pelaksanaan shalat Tarawih secara berjamaah menjadikan imam mengulangi hafalannya. Hafalan Alquran dibacakan oleh imam dengan suara yang merdu. Membaca Alquran di dalam shalat tentu lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan membaca Alquran di luar shalat.

Para anggota jamaah shalat Tarawih mendengar bacaan imam dengan penuh perhatian mengikuti arahan Alquran: "Apabila dibacakan Alquran, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat."

Mendengar bacaan imam berbeda tingkatan pahalanya. Ada anggota jamaah hanya mendengar bacaan imam tanpa mengetahui letak kesalahan bacaan karena berbeda dengan ketentuan Ilmu Tajwid. Ada anggota jamaah yang mengetahui tata cara bacaan Alquran dan mengetahui artinya.

Terakhir ada anggota jamaah yang menyimak bacaan imam dan berupaya untuk menerapkan kandungan ayat yang dibaca imam dalam kehidupan sehari-hari. Dia terus dengan tekun mengikuti bacaan imam dari juz pertama sampai dengan juz terakhir dan terus berusaha meningkatkan pemahaman dari bacaan ayat yang didengar dalam shalat Tarawih dari malam pertama hingga malam terakhir. Hal ini terjadi bila para imam shalat Tarawih hafal Alquran 30 juz dilakukan secara berganti-ganti.

Pelaksanaan shalat Tarawih secara berjamaah berarti menghidupkan syiar Islam. Syiar Islam harus dirawat dan dikembangkan dengan cara melaksanakannya sepenuh hati. Dalam sebuah hadis Rasulullah saw bersabda: "Umat ini terus berada dalam kebaikan selama mereka mengagungkan syiar Islam dengan sepenuh hati. Seandainya mereka meremehkan syiar Islam mereka akan binasa."

Syiar Islam yang terwujud dalam pelaksanaan shalat taraweh adalah kebersamaan semua lapisan umat dalam melaksanakan ibadat di masjid. Rasa bangga dalam hati sebagai umat Islam perlu ditumbuhkembangkan pada masa sekarang ini.

Editor: Anita K Wardhani
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2047611 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas