Ramadan 2017

Kisah Mama Kandang Sapi, Teman Pondok Bung Karno yang Jatuhkan Pesawat Belanda Lewat Doa

Kiai H Opo Musthofa, akrab disapa Mama Kandang Sapi, sosok sederhana, pernah menjatuhkan pesawat penjajah lewat doanya kepada Allah.

Kisah Mama Kandang Sapi, Teman Pondok Bung Karno yang Jatuhkan Pesawat Belanda Lewat Doa
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Masjid peninggalan Mama Kandang Sapi yang dibuat pada 1987 dan di belakangnya masjid yang dibangun sang cucu H Munandar berdiri megah. Foto diambil pada Selasa (20/6/2017). TRIBUN JABAR/FERRI AMIRIL MUKMININ 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Kiai H Opo Musthofa, akrab disapa Mama Kandang Sapi, adalah sosok sederhana, santun kepada semua kalangan usia, baik sudah sepuh atau masih muda.

Tokoh penyebar Islam kelahiran Garut pada 1848 ini pernah berguru di Bale Rante, Cirebon, satu pondok pesantren bersama Presiden Ke-1 Republik Indonesia Sukarno.

Tak heran jika Mama Kandang Sapi begitu akrab dengan lingkungan istana saat itu karena sering dipanggil Bung Karno. Mama Kandang Sapi membantu perjuangan dengan doa bersama sebelum peperangan.

"Presiden Sukarno sangat percaya doa yang dipanjatkan Mama Kandang Sapi makbul dalam setiap membekali pejuang ketika akan berperang melawan penjajah," ujar H Munandar, cucu Mama Kandang Sapi saat ditemui di Pesantren KH Opo Musthofa, Selasa (20/6/2017).

Begitu pun sebaliknya, karena keakraban yang terjalin sejak sama-sama mondok di Bale Rante, Sukarno juga sering berkunjung ke Mama Kandang Sapi untuk bersilaturahmi.

Di masa perjuangan revolusi tausiyah yang diberikan Mama Kandang Sapi begitu membakar semangat pejuang agar melawan penjajah. Beberapa doa dan ajian diberikan sempat membuat para penjajah bingung melihat keberadaan para pejuang.

Mama selalu berpesan agar para pejuang diteguhkan hatinya dalam setiap peperangan.  Suatu saat, Kampung Kandang Sapi dihujani bom dan ditembaki pesawat tempur.

Semua santri saat itu panik. Orang-orang berhamburan menyelamatkan diri masing-masing. Seketika Mama, ucap Munandar, berlari ke area yang menjadi sasaran tembak Belanda.

Di tempat tersebut Mama menengadahkan tangan dan meminta perlindungan kepada Allah SWT.

Halaman
123

Punya pertanyaan seputar Islam dan Ramadhan? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Islami oleh Ust. Zul Ashfi, S.S.I, Lc

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk lebih lanjut kunjung Rubrik Konsultasi Islami Tribunnews.com

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help