Ramadan 2018

Salat Mengajarkan Kesabaran, Kekhusyukan dan Istiqomah

Dengan menjaga salat yang benar seseorang diharapkan peka dan setia pada rambu-rambu kehidupan yang telah diajarkan para Rasul Tuhan.

Salat Mengajarkan Kesabaran, Kekhusyukan dan Istiqomah
ummi-online.com
Ilustrasi Salat 

Prof Dr Komaruddin Hidayat
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah

SATU dampak positif dari salat adalah seseorang selalu diingatkan dan terikat pada poros Ilahi.

Bayangkan saja, ibarat sebuah pesawat terbang yang menjelajahi ruang angkasa, pilotnya mesti taat pada garis orbitnya agar tidak nyasar dan kehilangan arah.

Begitupun dalam hidup ini, dari bangun pagi sampai malam hendak tidur, kita bertemu dengan berbagai macam orang dan situasi serta godaan yang potensial menjauhkan diri kita dari kebenaran.

Maka idealnya, dengan salat seseorang kembali ke poros yang benar dan berkonsultasi pada Allah menyampaikan laporan rasa syukur dan mohon kekuatan serta bimbingan.

Lewat salat diharapkan terjaga keseimbangan hidup untuk meraih kebaikan jasmani maupun ruhani.

Dengan menjaga salat yang benar seseorang diharapkan peka dan setia pada rambu-rambu kehidupan yang telah diajarkan para Rasul Tuhan, ibarat pengembara yang selalu memperhatikan lampu lalu lintas serta arah jalan.

Melalui salat seorang hamba berkomunikasi langsung dengan Tuhan tanpa perantara untuk menyampaikan semua sanjungan, syukur maupun keluh kesahnya.

Baca: Mutiara Ramadan: Pilihan Beragama

Salat juga sebuah pengakuan penghambaan manusia di hadapan Tuhannya, pengakuan kelemahan dan tidak keberdayaannya manusia dihadapan-Nya.

Inna sholati wannusyuki wamahyaya wamamati lillah. Bahwa salatku dan totalitas hidupku aku persembahkan hanya pada Allah.

Salat juga mengajarkan kesabaran, kekhusyukan, dan fokus atau istiqomah.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved