Ramadan 2019

Alquran Raksasa di Masjid Aulia Sapuro Pekalongan, untuk Membukanya Butuh Tenaga Dua Orang

Alquran raksasa terpampang di sudut Masjid Aulia Sapuro yang terletak di Kelurahan Sapuro Kebulen, Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan.

Alquran Raksasa di Masjid Aulia Sapuro Pekalongan, untuk Membukanya Butuh Tenaga Dua Orang
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Fauzan sesepuh Masjid Aulia Sapuro di Kelurahan Sapuro Kebulen Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan sedang membaca ayat-ayat suci yang ditorehkan di Alquran raksasa, Kamis (9/5/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, PEKALONGAN - Alquran raksasa terpampang di sudut Masjid Aulia Sapuro yang terletak di Kelurahan Sapuro Kebulen, Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan.

Di tengah-tengah umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah, Alquran raksasa itu nampak megah berdiri.

Ayat-ayat suci yang ditorehkan di atas kain kanvas terbaca jelas dari kejauhan saat melihat ke arah Alquran raksasa tersebut.

Butuh dua orang untuk membuka Alquran itu karena ukurannya yang tak lazim seperti Alquran pada umumnya.

Bahkan, tinggi orang dewasa tak ada apa-apanya saat berdiri di depan Alquran yang dipampang di sudut Masjid Aulia Sapuro.

Menurut Fauzan (80) sesepuh Masjid Aulia Sapuro, Alquran raksasa yang dipampang disudut Masjid itu dibuat pada 1970 silam.

Baca: Tips Khatam Al Quran di Bulan Ramadan

Sejumlah santri Pesantren Al Hidayah bersama guru melaksanakan tadarus Alquran pada awal Ramadhan 1440 H di sela kegiatan sekolah di Desa Sei Mencirim, Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (8/5/2019). Pesantren yang didirikan mantan terpidana kasus terorisme Khairul Ghazali yang didukung oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut saat ini memiliki 16 orang santri anak pelaku terorisme dan masyarakat umum dan diharapkan dapat mengantisipasi berkembangnya ajaran radikalisme di lingkungan masyarakat. TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Sejumlah santri Pesantren Al Hidayah bersama guru melaksanakan tadarus Alquran pada awal Ramadhan 1440 H di sela kegiatan sekolah di Desa Sei Mencirim, Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (8/5/2019). Pesantren yang didirikan mantan terpidana kasus terorisme Khairul Ghazali yang didukung oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut saat ini memiliki 16 orang santri anak pelaku terorisme dan masyarakat umum dan diharapkan dapat mengantisipasi berkembangnya ajaran radikalisme di lingkungan masyarakat. TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi)

"Alquran itu merupakan pemberian dari seorang anggota Polri dari Pekalongon, yang bernama Mochamad Aswantary pada 1970 lalu," jelasnya, Kamis (9/5/2019).

Baca: Wanita Haid di Bulan Ramadan, 4 Amalan Ini Bisa Dilakukan untuk Tetap Bisa Raih Pahala

Tujuan anggota Polri yang memberikan Alquran raksasa ke Masjid Aulia Sapuro dipaparkan Fauzan, untuk melengkapi bacaan di Masjid.

"Alquran raksasa tersebut juga pernah dipinjam ke Surabaya dan Semarang, akan tetapi saat dikembalikan banyak bagian yang rusak," ujarnya.

Warga mengisi waktu dengan membaca Alquran selepas salat ashar di Masjid Pusdai Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (6/5/2019). Di bulan penuh berkah ini banyak umat Islam berlomba-lomba mencari kebaikan, termasuk salah satunya dengan bertadarus (membaca) Alquran di mesjid. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Warga mengisi waktu dengan membaca Alquran selepas salat ashar di Masjid Pusdai Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (6/5/2019). Di bulan penuh berkah ini banyak umat Islam berlomba-lomba mencari kebaikan, termasuk salah satunya dengan bertadarus (membaca) Alquran di mesjid. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Baca: Dua Wasiat Utama Sunan Gunung Jati yang Selalu Diingat Saat Ramadan

Dilanjutkannya, pada tahun 2000 warga sekitar melakukan perbaikan terutama di bagian sampul Alquran.

"Karena sampulnya rusak jadi warga melakukan perbaikan secara swadaya, menggunakan tripleks dari kayu Kalimantan, dan perbaikan halamannya menggunakan kain kanvas," kata Fauzan.

Ratusan santri membaca Al Quran saat tadarus massal awal Ramadhan 1440 H di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, Medan, Sumatera Utara, Senin (6/5/2019). Tadarus yang diikuti sedikitnya 3.200 santri tersebut merupakan kegiatan rutin selama bulan Ramadhan di pesantren tersebut. TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Ratusan santri membaca Al Quran saat tadarus massal awal Ramadhan 1440 H di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, Medan, Sumatera Utara, Senin (6/5/2019). Tadarus yang diikuti sedikitnya 3.200 santri tersebut merupakan kegiatan rutin selama bulan Ramadhan di pesantren tersebut. TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi)

Baca: Karena Tadarus, Riski Selamat Dari Keberingasan Ayah Tiri yang Bunuh Ibu dan Saudaranya

Baca: Jokowi Cari Calon Menteri Muda, Usianya Antara 20 Hingga 30 Tahun, Pintar dan Cantik

Adapun di dalam Alquran raksasa itu hanya berisi surat Al Fatihah dan ayat-ayat Alquran Juz 30.

"Hingga kini Alquran masih awet karena selalu dirawat oleh warga dan jamaah Masjid, bahkan hampir setiap hari jamaah masjid membersihkan baik sampul maupun halaman Alquran raksasa itu," tuturnya. (budi susanto)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Melihat Alquran Raksasa Kecintaan Jamaah Masjid Aulia Sapuro Kota Pekalongan

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved