• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Tribunnews.com

Kapoltabes Pontianak: Satgas dari Alam Gaib Pun Tak Masalah

Senin, 19 April 2010 14:13 WIB
Kapoltabes Pontianak: Satgas dari Alam Gaib Pun Tak Masalah
TRIBUN PONTIANAK
Kapoltabes Pontianak, Kombes Pol Asep Syahrudin
Laporan wartawan Tribun Pontianak

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK
- Kapoltabes Pontianak, Kombes Pol Asep Syahrudin, tegas membantah ada makelar kasus dalam penanganan kasus dengan tersangka Edwin Rahadi.

Ia meminta, siapapun yang melontarkan pernyataan itu, agar membuktikannya.

"Saya tantang untuk membuktikannya. Yang jelas saya tak bermain. Kasus segini besar masa mau dimain-mainkan. Jangan yang besar, yang kecil pun tak saya mainkan kok," kata Asep dalam jumpa pers di Mapoltabes, Minggu (18/4/10).

Mantan pengacara Edwin, Hanafi, Sabtu (17/4/10) lalu, menyebut ada makelar kasus dan pihak yang mengintervensi proses penyidikan kasus pembunuhan gadis Uray Qory, produksi shabu-shabu, dan kepemilikan senjata api, dan kepemilikan  dolar AS palsu tersebut. Berkali-kali Asep meminta agar markus tersebut dibuktikan.

"Kalau profesional, buktikan. Apalagi dia mau memanggil Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Silakan, mau Satgas dari alam gaib juga tak masalah. Prosedur yang kita lakukan sudah sesuai. Kita enggak main-main," ujarnya dengan nada tinggi.

Kapoltabes mengungkapkan, kalau berbicara makelar kasus, tak mungkin jalan sendirian. "Pasti ada oknum dari penyidiknya. Nah, tolong dibuktikan," ujarnya.

Jika dikatakan ada makelar kasus, ujar Kapoltabes, maka ada kemungkinan antara Edwin dan penyidik Poltabes. "Atau pengacaranya dengan penyidik Poltabes. Di sini penyidik tertingginya siapa? Kapoltabes. Kalau dia jual saya beli. Jangan main-main," katanya.

Keterangan yang sama juga disampaikan Kasat Reskrim Poltabes Pontianak, Kompol Sunario. Ia mengatakan, penyidiknya tak akan bermain-main untuk menangani kasus Edwin.

"Ini kasus besar, sangat bodoh kalau penyidik bermain-main. Rekan-rekan wartawan bisa lihat sendiri komitmen kita sejak awal," jelas Sunario.

Akan halnya tersangka Edwin, setelah putus hubungan dengan Hanafi cs, ia menunjuk Cecep Priyatna sebagai kuasa hukumnya. Cecep diberi kuasa tertulis oleh Edwin, Minggu.

Sekitar pukul 12.55 WIB, Cecep keluar dari dari ruang tahanan Poltabes Pontianak membawa map yang berisikan surat kuasa resmi yang telah ditandatangani Edwin.

"Untuk saat ini saya sendiri dulu, namun mungkin di dalam proses selanjutnya yakni di tahap dua (kejaksaan) dan peradilan perlu penambahan. Kasusnya ada empat," ujar Cecep.

Mengenai kemungkinan ancaman hukuman mati yang mungkin diterima kliennya, Cecep menyatakan tergantung hasil persidangan nantinya.
Editor: Prawira Maulana
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
10153 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas