Jumat, 19 Desember 2014
Tribunnews.com

Minta Dinikahi karena Hamil, PNS Dibunuh Selingkuhannya

Selasa, 20 April 2010 06:00 WIB

TRIBUNNEWS.COM, KUTACANE - Perselingkuhan kerap memakan korban. Gara-gara si wanita selingkuhannya meminta pertanggungjawaban atas janin yang dikandungnya hasil hubungan gelap mereka. Sahbudi Hartono (32), PNS di jajaran Kesehatan Gayo Lues, warga Desa Kampung Raklunung, Kecamatan Blangejeren, Gayo Lues tega membunuh pacarnya.

Pelaku ditangkap aparat Kepolisian Polres Agara,  Kamis (15/4/2010) lalu. Seperti diberitakan sebelumnya, korban Agustina (28), pegawai negeri sipil (PNS), warga Desa Centong Bawah, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Minggu (4/4/2010) lalu, ditemukan warga tewas di Sungai Alas Desa Natam, persis di bawah jembatan Natam, Kecamatan Badar, Aceh Tenggara.

Pembunuhan tersebut akhirnya terungkap bermotif perselingkuhan karena korban meminta pertanggungjawaban atas kehamilan dirinya kepada tersangka, yang merupakan lelaki beristri dan seorang anak.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Drs Arsyad didampingi Kasat Reskrim, Iptu Goy Sutanto Haryono, Jumat (16/4) mengatakan, tersangka Sahbudi Hartono telah diamankan di Mapolres Agara. Dia menyebutkan, kepada polisi tersangka mengaku, korban minta tanggung jawab kepada tersangka karena sudah menghamilinya.

Tersangka saat itu mengaku bersedia menikahi korban, tetapi dia minta waktu. Namun korban tak sabar menunggu waktu yang dijanjikan. Akhirnya korban mengirim pesan singkat (SMS) kepada istri tersangka tentang perselingkuhan mereka. Seperti hujan di siang bolong, istri tersangka tiba-tiba meminta cerai. Dari sinilah, awal pembunuhan itu terjadi. Tersangka merasa panik dan akhirnya menyusun rencana untuk menghabisi korban.

Awal pembunuhan
Diceritakan,  pada 16 Maret 2010 yang alu, korban menghubungi tersangka dan mengaku sudah hamil. Pada 17-19 Maret 2010, korban minta tersangka bertanggungjawab. Selanjutnya, pada tanggal 21-24 Maret tidak terjadi pertengkaran. Tetapi tersangka malah bertengkar dengan istrinya karena gara-gara SMS korban kepada istrinya.

Selanjutnya, pada 25-27 Maret 2010, tersangka menghubungi korban dan meminta untuk bertemu guna membicarakan persoalan perselingkuhan mereka. Pada tanggal 30 Maret 2010, korban bertemu dengan tersangka di warnet Gayo Lues. Selanjutnya pada 3 April 2010, mereka berjanji ketemu di Agara. Kemudian, korban naik mobil dan tersangka mengendarai sepmor dari Mermunge. Akhirnya mereka bertemu di depan Masjid Badar. Disebutkan, korban membeli nasi untuk mereka makan berdua dan selanjutnya mereka menuju sungai Alas.

Sesampai di Sungai Alas, mereka makan bersama dan setelah itu tersangka yang sudah merencanakan pembunuhan itu melakukan aksinya mengabisi korban di Desa Seldok, Kecamatan Badar persisnya di Sungai Alas. Kapolres menyebutkan, mayat korban ditemukan polisi sekitar 7,5 kilometer dari lokasi kejadian persisnya di bawah jembatan Natam.

Tersangka, mengeksekusi korban saat korban sedang mencuci tangan usai makan. Lalu, tersangka menghujamkan batu ke bagian leher kroban dan setelah terjatuh, tersangka kembali menghujamkan batu dua kali ke bagian kepala korban hingga bersimbah darah. Selanjutnya pelaku juga menikam perut korban dengan sebilah obeng. Setelah itu, tersangka, lanjut Kapolres, membuka celana dan baju korban, dan kemudian menghanyutkan ke sungai Alas.

Usai mengeksekusi korban, tersangka mengambil ATM dan tas korban. Namun karena tak tahu PIN ATM korban diapun membuangnya sebelum pulang ke Gayo Lues. Menurut Kapolres, polisi juga telah mengamankan barang bukti, kartu ATM, satu batu sebesar buah kelapa dan sebilah obeng.(as)
Editor: Tjatur Wisanggeni

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas