• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribunnews.com

Bupati Lucuti Pakaian Ketat Tamu Perempuannya

Rabu, 19 Mei 2010 12:10 WIB
Bupati Lucuti Pakaian Ketat Tamu Perempuannya
IST
Ilustrasi
TRIBUNNEWS.COM, MEULABOH - Meski sempat muncul kontroversi berkepanjangan terhadap kewajiban mengenakan rok bagi kaum perempuan di Aceh Barat namun tak menyurutkan niat Bupati Ramli MS untuk melaksanakan keputusan itu.

Bahkan, contoh keseriusan telah diterapkan di pendapa (rumah dinas) bupati dengan melucuti dan menyita pakaian ketat tamu perempuan kemudian menggantikannya dengan rok.

Informasi adanya penyitaan rok tamu perempuan dan menggantikannya dengan rok diungkapkan Bupati Aceh Barat, Ramli MS kepada Serambi, Selasa (18/5/2010). Kasus itu bermula ketika sejumlah kaum perempuan berbusana ketat berkunjung ke pendapa bupati di Meulaboh, beberapa hari lalu.

Melihat itu, petugas pendapa  yang juga perempuan langsung melarang masuk dengan pakaian seperti itu. Karena para tamu tetap ingin berkunjung ke pendapa maka pakaian ketat mereka dilucuti dalam sebuah ruangan khusus kemudian digantikan dengan rok yang telah disediakan.

“Rok itu menjadi milik mereka (para tamu) sedangkan pakaian ketat yang disita dimusnahkan,” kata Ramli tanpa menyebut identitas para tamu tersebut.

Menurut Ramli, dirinya sengaja memberlakukan aturan itu di lingkungan pendapa untuk mengajak masyarakat supaya benar-benar menjalankan perintah agama dalam hal berpakaian. Aturan itu tetap akan berlaku untuk seterusnya.

“Kami juga menyampaikan terima kasih terhadap program manunggal subuh dan zikir di setiap masjid yang dilakukan oleh institusi TNI, karena hal ini merupakan rangkaian dari penegakan syariat Islam di Aceh Barat,” kata Ramli.

Dibagi 25 Mei

Terhadap program bagi-bagi rok gratis yang telah disediakan sebanyak 16.000 lembar, menurut Bupati Aceh Barat akan dilaksanakan Selasa, 25 Mei 2010. Sasarannya rok gratis itu adalah para pelanggar syariat Islam di Aceh Barat.

Menurut Ramli, pembagian 16.000 lembar rok yang disumbangkan oleh sejumlah pihak itu--namun sempat tertunda sekian lama--setelah adanya penandatanganan peraturan bupati terhadap penggunaan rok yang akan diteken oleh Bupati Aceh Barat, Ramli MS, Jumat 21 Mei 2010.

Ditegaskan Ramli, pembagian belasan ribu rok itu sudah final, mengingat draft untuk menerapkan aturan berbusana muslim kepada umat Islam di wilayah itu telah tuntas dibahas oleh tim yang selama ini melakukan pengkajian.

Pembagian rok akan dilakukan oleh petugas Wiilayatul Hisbah (WH) beserta pihak terkait lainnya di sejumlah ruas jalan protokol di Meulaboh.

Pemkab Aceh Barat juga akan menempatkan kembali WH di sejumlah lokasi strategis seperti RSUD Cut Nyak Dhien, Masjid Agung Baitul Makmur, serta Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil.

Selain itu, sebanyak 50 petugas WH yang direkrut baru-baru ini oleh Pemkab Aceh Barat juga akan ditempatkan di setiap perkantoran. “Ini semua kita lakukan untuk memaksimalkan pengawasan pelaksanaan syariat Islam,” demikian Bupati Aceh Barat.
Editor: Prawira Maulana
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
18314 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas