• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribunnews.com

Duarr!!! Gas Methan TPA Hasilkan Ledakan Hebat

Selasa, 25 Mei 2010 06:33 WIB
Laporan Wartawan Tribun Manado Robertus Rimawan Prasetyo


TRIBUNNEWS.COM, AIRMADIDI
– Ledakan hebat terdengar di Tempat Pembuangan Akhir  (TPA) Airmadidi Bawah, Kecamatan Airmadidi, Sabtu (22/5/2010), sekitar pukul 19.00 Wita. Ledakan yang kemudian memicu longsor di timbunan sampah tersebut, hampir memakan korban. Rimah Sahempa (33), seorang pemulung, hampir saja terseret longsoran dan jatuh di jurang sedalam kurang lebih 100 meter.

Menurut Rimah, sebelum kejadian ia berada dijarak sekitar 5 meter dari ledakan. Saat itu hujan deras, dan ia sedang mandi, Rimah memutuskan agak menjauh dari lokasi ia mandi, karena ada bayangan hitam besar. Rima mengaku, bila tidak ada bayangan itu mungkin wanita berkacamata ini terseret longsor karena dekat sekali dengan lokasi ledakan.

“Saya menjauh, tiba-tiba tanah bergetar lalu duar….duh ledakan keras sekali seperti letusan gunung,” kata Rimah, Senin (24/5/2010).

Ia menyaksikan langsung peristiwa tersebut, timbunan sampah yang meggunung bergetar, makin besear terangkat lalu tedengar ledakan keras. Menurutnya, sampah di lokasi ledakan terangkat ke atas, lalu meledak dan terlempar sejauh 200 meter. Walau sudah menjauh, tanah yang ia pijak  longsor, kaki kanannya sudah hampir ikut ke bawah namun akhirnya ia bisa langsung mundur. Timbunan sampah sepanjang 8 meter longsor, kini jurang menganga terlihat jelas, sampah yang biasa ia pijak sudah jatuh ke bawah.

“Dahsyat sekali, saya masih trauma, takut sampai sekarang, setelah kejadian hingga jam 12 malam saya tak bisa tidur,” ujar Rimah.

Kepala Bidang Anilisis Pencegahan Dampak Lingkungan (Kabid APDL) Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Minut), Danso, menjelaskan, ledakan tersebut merupakan gas methan yang terfermentasi dari sampah-sampah organik dan terjebak di dalam.

“Karena tak bisa keluar, akhirnya meledak, padahal kami sudah ada pipa pembuangan gas tersebut, bahkan ada sumur pantau untuk mengecek kualitas air,” ujar Danso.

Ia berharap pemulung yang tinggal di lokasi untuk berhati-hati dan bisa mengantisipasi hal tersebut.

Camat Airmadidi, Tineke Rarung SH, mengaku, setelah mendapat informasi, keesokan hari mengecek ke lokasi kejadian.

“Kami sudah berkoordinasi dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait, seperti BPLH, nanti akan ada eskavator yang akan menanggulangi timbunan sampah,” kata Tineke.
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Tribun Manado
0 KOMENTAR
20086 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas