Jumat, 29 Mei 2015
Tribunnews.com

Kisah Mbah Senin Gantungdiri Hari Senin

Selasa, 25 Mei 2010 06:41 WIB

Kisah Mbah Senin Gantungdiri Hari Senin
Istimewa
Ilustrasi

Ia gantung diri menggunakan sarung, Senin (24/5/2010) setelah ditahan sejak 19 Mei 2010. Motifnya, polisi menduga, Senen mengalami depresi karena masuk bui hingga tiga kali. Mbah Senen terakhir ditahan karena menipu jutaan rupiah. Ia mengelabuhi para korbannya dengan mengaku sebagai dukun sakti yang bisa menggandakan uang dan membantu memperlancar usaha.

“Kepada korban, pelaku mengaku bisa memperlancar usaha dan menyelesaikan semua permasalahan rumah tangga. Syaratnya harus ada ritual, dan pelaku meminta uang kepada setiap korbannya,” kata Kapolsek Gondang, AKP Supriyadi.

Sementara itu, saksi yang pertama kali melihat Mbah Senen gantung diri di kamar tahan seluas 2,5 m x 2,5 m adalah Kepala SPK Polsek Gondang Bripka Sumadi. Sekitar pukul 05.45 saksi mengecek ruang tahanan yang hanya ditempati Mbah Senen.

Pertama kali ditemukan, kondisi korban duduk dengan leher terjerat sarung bermotif kotak-kotak warna coklat yang diikatkan pada jeruji besi jendela tahanan.

Pudji menjelaskan, gantung diri itu diperkirakan antara pukul 03.00 sampai 05.00. “Setiap satu jam sekali, petugas menengok tahanan. Saat ditengok pada jam 01.00, jam 02.00, dan terakhir jam 03.00 korban masih belum tidur, dan terdengar batuk-batuk,” jelas Pudji.

Menurutnya, Mbah Senen sudah tiga kali ditahan di Polsek Gondang. Pada tahun 2003, dia ditahan selama 5 bulan 15 hari karena kasus penipuan kendaraan bermotor. Setelah keluar sekitar tiga tahun lebih, korban kembali ditahan dengan kasus yang sama.

“Pada 2007 dia kembali ditahan selama 16 bulan, kasusnya tetap penipuan kendaraan bermotor dan uang,” terang Pudji Santoso. Hasil visum et repertum menunjukkan, Senen murni bunuh diri karena tidak ada tanda-tanda penganiayaan.

Halaman123
Editor: Tjatur Wisanggeni
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas