Harga Trenggiling Melangit untuk Bahan Baku Shabu

Senin, 31 Mei 2010 07:31 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI -  Pelaksana Tugas Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi Didy Wurjanto kepada Tribun, Kamis (27/5/2010) mengatakan, manfaat satwa trenggiling (manis javanicus) sangat banyak. Semua anggota tubuh yang ada pada satwa pemakan semut dan serangga itu multiguna. Belakangan satwa yang dilindungi Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tersebut diburu untuk dikomersilkan.

Dikatakan Didy, berdasarkan sebuah penelitian ternyata sisik trenggiling bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan shabu-shabu. Karena pada sisik trenggiling terdapat bahan aktif tramadol HCL yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat psikotropika seperti sabu, bahkan morphin.

"Hewan yang hidup di hutan dataran rendah yang lembab itu menjadi incaran para pemburu liar," jelas Didy.

Menurut Didy, daging trenggiling menurut sebagian orang cukup lezat dan gurih, seperti daging bebek. Khasiat dagingnya untuk terapi bagi penderita jantung, paru-paru dan asma (bengek).
Satu sisik trenggiling bisa dibanderol 1 dolar AS  atau Rp 9.000. Sedangkan harga seekor trenggiling dengan berat normal 2-4 kilogram bisa mencapai Rp 2 juta - Rp 4 juta (di pasaran internasional). Pedagang pengumpul biasanya membeli trenggiling Rp 100 ribu - Rp 300 ribu per ekor.

"Bisnis trenggiling memang sangat menggiurkan. Kalau dulu, satwa ini nyaris tidak dilirik, bahkan dibiarkan saja bila ditemukan dalam keadaan mati. Sekarang justru diburu untuk dikomersilkan," ucapnya.

"Khasiat  lainnya dari sisik trenggiling, sambungnya,  bisa meningkatkan gairah seksualitas kaum laki-laki, dan bahan baku untuk kosmetik," imbuh alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada yang menyelesaikan S3 di New Zealand University.

Terpisah,  Kasubag Tata Usaha BKSDA Agung mengatakan, pihaknya sudah menurunkan  petugas Ruswendi mendampingi Polairud Polda Jambi. Pada prinsifnya BKSDA akan membantu Polairud selagi dibutuhkan. "Kita sudah adakan komunikasi, ternyata Polairud yang menanganinya. Namun demikian kita siap sewaktu-waktu dibutuhkan untuk saksi ahli," tutur Agung kepada Tribun.

Halaman
123
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help