• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 16 April 2014
Tribunnews.com

Modus Unik Tersangka Korupsi Agar Dapat Dana Pensiun

Minggu, 20 Juni 2010 05:12 WIB
Modus Unik Tersangka Korupsi Agar Dapat Dana Pensiun
Istimewa
ilustrasi
TRIBUNNEWS.COM, PELAIHARI - Sejumlah PNS Pemkab Tanahlaut (Tala) yang terbelit persoalan hukum ternyata telah melakukan antisipasi dini atas kemungkinan terdera risiko buruk. Masing-masing telah mengajukan permohonan pensiun dini.

Hj Juhairiyah, misalnya. Pengawas UPTD Diknas Kecamatan Pelaihari yang kini berstatus terdakwa dalam pelaksanaan proyek rehab gedung SDN Ujungbatu 2 pada 2008 bersumber dana alokasi khusus (DAK), jauh-jauh hari telah melayangkan surat permohonan pensiun dini kepada bupati melalui Badan Kepegawaian Daerah Tala.

"Yang bersangkutan (Hj Juhairiyah) memang telah mengajukan pensiun dini. Berkasnya sudah kami teruskan ke provinsi. Tinggal menunggu SK-nya dari Gubernur," kata Kepala BKD Tala Suriansyah, Jumat (18/6/2010).

Masa reguler pensiun Juhairiyah masih sekitar dua tahunan. Jika tak pensiun dini, ia terancam kehilangan status PNS-nya karena kemungkinan bakal diberhentikan secara tidak hormat. Jika ini terjadi, ia akan kehilangan hak pensiunnya.

Merujuk PP 4/1966, seorang PNS diberhentikan secara tidak hormat jika dipidana penjara yang telah berkekuatan hukum tetap dengan ancaman hukuman lebih dari empat tahun. Ini diatur dalam Pasal 8 terhadap jenis tindak pidana umum.

Sementara terhadap tindak pidana khusus seperti penyalahgunaan jabatan atau yang ada kaitannya dengan jabatan, yang diatur dalam Pasal 9 lebih keras lagi.

Pasal ini menyebutkan PNS yang melakukan tindak pidana khusus tersebut akan diberhentikan secara tidak hormat jika telah dipidana oleh pengadilan dan telah berkekuatan hukum tetap.

Seperti diwartakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pelaihari pada sidang lanjutan Selasa pekan lalu menuntut hukuman penjara terhadap Juhairiyah selama tujuh tahun enam bulan dan denda Rp200 juta subsidair enam bulan penjara serta uang pengganti Rp 130.385.000 subsidair dua tahun kurungan.

Pensiun dini tidak cuma dilakukan Hj Juhairiyah. PNS lainnya yang terbelit kasus DAK, M Ali (kepsek SDN Bluru 2 Kecamatan Batuampar, Waluyo (Kepsek SDN Ujungbatu 2), dan Hj Ernawati (kepsek SDN Tanjung Kecamatan Bajuin, juga melakukan hal serupa.

Kabarnya Aflahah, pejabat eselon III di Disparbudpora Tala yang terbelit kasus dugaan korupsi pelaksanaan proyek DAK nonfisik 2008 juga bakal mengajukan pensiun dini.

"Ya, semuanya mengajukan permohonan pensiun dini," kata Kasubbid Bindris dan Tipeg BKD Tala Yudrianoor.
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
26932 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas