Senin, 22 Desember 2014
Tribunnews.com

Kota Bitung Calon Penghasil Ikan Terbesar Indonesia

Minggu, 18 Juli 2010 05:02 WIB

Kota Bitung Calon Penghasil Ikan Terbesar Indonesia
ist
Ilustrasi
Laporan Wartawan Tribun Manado Reza Pahlevi

TRIBUNNEWS.COM, BITUNG
- Kota Bitung bisa menjadi daerah penghasil ikan laut terbesar di Indonesia apabila program kawasan minapolitan yang telah diprogramkan pemerintah pusat berjalan sesuai rencana.

Menurut Direktur Sumber Daya Ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Agus Budhiman, Kota Bitung berpotensi menjadi daerah penghasil ikan terbesar karena sejumlah sarana dan prasarana pendukung sudah tersedia. Selain itu, Kota Bitung dekat wilayah tangkapan ikan Teluk Tomini. Di samping itu, Laut Sulawesi dan Laut Pasifik menyimpan potensi ikan 1,2 juta ton per tahun.

"Saya optimistis Kota Bitung bisa menjadi daerah penghasil ikan terbesar jika kawasan minapolitan berjalan dan sesuai rencana," ujar Agus kepada Tribun Manado selepas rapat koordinasi antara pemerintah Kota Bitung dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Kantor Walikota Bitung.

Agus mengatakan, Kota Bitung merupakan Kawasan Minapolitan yang keenam yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat dan satu-satunya di Pulau Sulawesi. "Masa untuk Kawasan Minapolitan hanya hingga 2014," jelasnya.

Karena itu, kata Agus, keputusan apapun harus dapat dikeluarkan dalam rakor ini. Sehingga nantinya dapat diintervensi oleh sejumlah kementerian untuk mendukung Kawasan Minapolitan ini. "Semua departemen atau kementerian terkait siap mendukung sarana tambahan, bantuan teknis serta pendanaan," jelasnya.

Wali Kota Bitung, Hanny Sondakh, sangat mendukung program Kawasan Minapolitan dari pendekatan ekonomis ekologis. Artinya, kawasan minapolitan sangat menguntungkan dari segi ekonomi dan tidak merugikan secara ekologi atau tidak melenceng dari komitmen perlindungan alam.

"Kawasan minapolitan mampu meningkatkan perekonomian terutama bagi nelayan. Serta untuk menunjang visi Indonesia sebagai penghasil produk perikanan terbesar di dunia tahun 2015," jelas Sondakh.
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Tribun Manado

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas