Kamis, 27 November 2014
Tribunnews.com

Kepala Sekolah dan Guru Dipecat karena Selingkuh

Kamis, 26 Agustus 2010 04:35 WIB

Kepala Sekolah dan Guru Dipecat karena Selingkuh
ist
Ilustrasi baju seragam Korpri dicopot bagi dua guru yang dipecat gara-gara selingkuh.
TRIBUNNEWS.COM, MAUMERE- Pak kepala sekolah inisial BS di SDN Waigete, Sikka NTT dan EDN bu guru di sekolah tersebut dipecat karena terlibat selingkuh. BS yang juga guru senior telah beristri dan memiliki beberapa anak dewasa, sedangkan EDN adalah bu guru masih lajang, baru saja lolos tes penerimaan CPNSD.

Kejadian selingkuh itu Juli 2009 yang kemudian dilaporkan oleh dewan guru kepada kepala dinas pendidikan setempat. Kemudian atas kasus tersebut, baik pak kepala sekolah maupun bu guru dipecat tanggal 21 Agustus 2010.

Pada  bulan Mei 2010, lahir lagi dua anak kembar dari hubungan selingkuh dengan EDN.  Maka sanksi pemecatan kepada  guru yang sudah mengabdi puluhan tahun tak  terelakan.

Pemecatan dilakukan secara resmi di aula Setda Sikka dihadiri dan disaksikan pejabat Sikka lengkap.  

BS sebenarnya guru berpengalaman dan sudah  pernah mengepalai beberapa sekolah dasar di Sikka. Terakhir dia mengajar di SD  Negeri Liangawo di Kecamatan Waigete, sekitar 30 kilometer (km) arah timur Kota Maumere.  

Kasus pemecatan guru ini merupakan yang pertama di Sikka selama 10 tahun  terakhir.

"Kami pindahkan guru laki-lakinya ke Dinas PPO Sikka selama beberapa waktu, kemudian ke Cabang Dinas PPO di Kewapante. Maksudnya untuk memisahkan keduanya,  ternyata mereka  masih berhubungan," kata Yohanes, Kadis Pemuda dan Olahraga kabupaten Sikka.

Dia mengatakan, BS  telah diperingatkan akan risiko yang kelak  diterimanya sebagai PNS bila tetap menjalin hubungan gelap dengan EDN. Peringatan  dan nasehat yang diberikan kepadanya tidak mempan. Dia bahkan  pasrah jika harus menerima sanksi berat akibat hubungan dengan WIL-nya itu. Inspektorat Daerah  Sikka pun sudah memeriksanya.

"Bupati selaku pembina  kepegawaian daerah,  menyatakan yang bersangkutan  harus diberi sanksi tegas karena melakukan pelanggaran berat, pemberhentian sesuai ketentuan PP Nomor 30 Tahun 1982 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.  BS sepertinya sudah sadar dan siap menerima  keputusan pemberhentian," kata Yohanes. (*)
Editor: Iswidodo
Sumber: Pos Kupang

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas