• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 17 September 2014
Tribunnews.com

Kepala BPN Banjar Dituding Suka Memeras Notaris

Sabtu, 4 September 2010 06:51 WIB
Laporan Wartawan Banjarmasin Post

TRIBUNNEWS.COM, MARTAPURA - Neddy Farmanto, Ketua Ikatan Notaris Kalsel mendadak menghubungi Banjarmasin Post (Group Tribunnews.com), Jumat (3/9/2010) siang.
   
"Saya merasa keberatan nama saya dihubungkan dengan penangkapan kepala BPN Banjar," ujar Neddy via telepon.
   
Selain itu, dia juga menanyakan siapa sumber Banjarmasin Post Group yang telah menyebutkan namanya.
   
Namun, ketika ditanyakan kalau bukan dia, lantas siapa notaris yang menyerahkan uang sekitar Rp 38 juta kepada Kepala BPN Banjar, Edy Sufian Noor, Jumat (2/9/2010) sore di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin? Neddy enggan berkomentar. "Saya no comment saja," kata alumnus Fakultas Hukum UGM Yogyakarta itu.
   
Seperti diberitakan Metro, Edy ditangkap penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (2/9/2010) petang.
   
Edy diduga memeras sejumlah notaris di Kabupaten Banjar. "Dia tertangkap tangan. Di bandara di Kalsel (Syamsudin Noor Banjarmasin) dia menerima uang dari notaris, lalu kita foto. Terus kita ikuti, hingga ke bandara sini (Bandara Soekarno-Hatta), dia turun kita langsung tangkap," terang Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Babul Khoir Harahap.
   
Babul menjelaskan, tim gabungan dari intelijen dan pidana khusus Kejaksaan sudah memantau gerak-gerik Edy sejak sebulan yang lalu. "Bahkan telepon genggamnya juga kita sadap," tuturnya.
   
Dari hasil pemantauan dan penyadapan tersebut, diketahui bahwa Edy telah beberapa kali memeras para notaris yang hendak melakukan praktik jual beli tanah. "Kalau mau jual beli tanah kan ke notaris, nah diperas oleh tersangka, dimainkan oleh dia," ujarnya.
   
Hingga kemarin, Edy masih menjalani pemeriksaan di Kejagung. Tetapi, Kepala BPN Kalsel, Sriyatmo belum menunjuk pejabat pengganti pascapenangkapan terhadap Edy.
   
"Menyikapi kasus Pak Didit (panggilan Edy) kita hanya memberikan arahan bahwa pelayanan di Kantor BPN Banjar harus tetap jalan," ujar Sriyatmo yang datang ke kantor BPN Banjar, Jumat (3/9/2010) pagi.
   
Sementara itu, Metro yang kemarin siang mendatangi rumah Edy di Jalan Pramuka Gg Sarikaya RT 33, Banjarmasin Timur, gagal bertemu istri maupun kerabat yang bersangkutan.
   
"Kalau mau bertemu Bapak, ke Martapura saja," saran perempuan setengah baya mengangkat cucian di rumah itu. (wid/dwi)
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
46079 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas