Minggu, 28 Desember 2014
Tribunnews.com

Perburuan Harta Karun di Minahasa (1)

Kamis, 9 September 2010 04:27 WIB

Perburuan Harta Karun di Minahasa (1)
IST
Ilustrasi
Warga Lewet Temukan Lobang Misterius

TRIBUNNEWS.COM, MINAHASA
- KABAR harta karun yang terkubur dalam perut bumi selalu menarik minat orang untuk menemukannya. Kendati keberadaan harta karun tersebut tidak bisa dipastikan posisinya, ada saja orang yang nekat memburunya seperti terjadi di  Kelurahan Lewet, Minahasa Sulawesi Utara.

Perburuan harta karun kini terjadi di sekitar bak penampungan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Minahasa di Kelurahan Lewet. Di lokasi yang banyak ditumbuhi pohon berukuran raksasa, kini  terdapat sebuah  lobang misterius berdiameter sekitar tiga meter.

Posisi lobang ini cukup unik, karena kini berada di bawah pohon setinggi sekitar 50 meter. Tepat di samping pohon besar itu terdapat sebuah makam tua yang konon sudah ada sejak tahun 1930.  Tidak jelas makam tersebut milik siapa, karena tidak terdapat tulisan pada pusara makam tua yang hanya terbuat dari batu.

Selain itu, sekitar satu meter dari makam pertama, masih di samping pohon raksasa itu terdapat sebuah makam kecil yang juga tidak terdapat tulisan pada pusaranya.

Di sekitar lokasi tersebut terlihat sisa-sisa aktivitas manusia. Beberapa botol minuman mineral, serta beberapa puntung rokok berserakan di sekitar lobang. Bahkan di atas dua makam tidak bernama itu terdapat beberapa puntung rokok yang diletakkan. Menurut tradisi warga Minahasa, kegiatan meletakkan batangan rokok yang telah dipasang  dia tas makam adalah permohonan izin pada pemilik makam untuk melakukan kegiatan di sekitar lokasi tersebut.

Seorang warga mengatakan tidak tahu  siapa yang menggali lobang tersebut. Menurutnya, masyarakat di sekitar lokasi itu tidak pernah melihat orang asing yang melewati jalan setapak menuju lokasi makam kuno tersebut. "Kami tidak pernah melihat ada orang asing disekitar daerah itu. Mungkin mereka menggali lobang itu pada malam hari sehingga tidak diketahui warga. Mungkin mereka bermaksud untuk mencari harta karun ditempat tersebut," ujarnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Minahasa, Joy Mantik mengatakan cerita tentang harta karun pada makam yang diduga milik seorang warga Belanda ini muncul sejak beberapa tahun silam. Tahun 1990 lalu, seorang warga Jerman datang ketempat tersebut melakukan penggalian.

"Saat itu, warga Jerman itu mengatakan telah mendapat izin dari pemerintah untuk melakukan penggalian. Namun ternyata keterangan itu palsu, sehingga tokoh masyarakat dibantu anggota TNI melarang penggalian di tanah milik pemerintah tersebut. Sejak saat itu tidak terdengar lagi cerita tentang pencarian harta karun," ujarnya.

Sampai saat ini, warga disekitar lokasi tersebut tidak pernah mengetahui apa yang dicari orang tidak dikenal itu. Warga juga tidak pernah mendengar kalau ada harta karun yang dikubur dalam makan tak bernama tersebut.

Mantik mengatakan, Kepolisian Resort Minahasa wajib mengamankan daerah tersebut, karena daerah itu adalah tanah milik pemerintah. Selain itu, kegiatan penggalian itu bisa merusak lingkungan serta aset milik pemerintah.

Menanggapi temuan lobang misterius tersebut, Plh Direktur Utama PDAM Minahasa, Max Mantiri mengatakan tidak mengetahui maksud penggalian lobang tersebut.  "Saya tidak pernah mendengar kalau ada harta karun yang tersimpan dibawah kuburan tua disekitar bak penampungan air. Namun kegiatan ini jelas melanggar hukum, karena penggalian ini berpotensi merusak aset pemerintah," ujarnya. (lucky kawengian)
Editor: Prawira Maulana
Sumber: Tribun Manado

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas