Senin, 27 April 2015
Tribunnews.com

Joni Indo dan Anton Medan Dukung Penjahat di Batam

Selasa, 21 September 2010 16:10 WIB

Joni Indo dan Anton Medan Dukung Penjahat di Batam
NET
Anton Medan

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Joni Indo, mantan napi yang telah bertobat dan kini telah menjadi seorang ustad, mendukung upaya para penjahat yang menghuni Rumah Tahanan (Rutan) Baloi Batam, Kepulauan Riau, untuk melakukan pertobatan. Kehadiran bekas tahanan Nusa Kambangan ini bersama Anton Medan untuk mengisi tausiah pada acara Halal Bihalal di Rutan itu, Selasa (21/9/2010).

Pertobatan ini, kata Ustad Joni, sudah merupakan perintah dari Nabi. "Tidak ada kata terlambat bagi umat Allah yang mau bertobat. Nabi berkata, Allah akan menguatkan iman orang-orang yang bertobat," kata Ustad Joni dalam Tausiahnya.

Dia mencontohkan dari dirinya sendiri yang bertobat setelah menjalani semua kehidupannya saat ini sebagai seorang penjahat, namun setelah bertobat dia merasa diterima Allah. "Tobat saya diterima Allah karena meski saya hanya tamatan SMP dan pekerjaan sebelumnya adalah rampok  tapi bisa menjadi seorang ustadz itu karena Allah merestui," ujarnya.

Sementara Anton Medan, yang pernah menjadi preman dan gembong perampok di Jakarta mengatakan, pertobatan dirinya dimulai saat ia mulai memeluk agama Islam pada tahun 1993. Satu tahun kemudian, pria kelahiran Tebing Tinggi, Sumatra Utara, ini mulai menjalani hidupnya sebagai seorang pendakwah.

Sebagai seorang mantan narapidana, dia ingin mencari orang-orang terhukum sebagai sasaran dakwahnya. Untuk itu, Anton Medan pun rela berkeliling demi menyelesaikan misinya memberikan tausiah kepada orang-orang yang terbatas langkah dan tubuhnya karena terkurung di penjara.

Dia bercita-cita ingin memberikan ceramah agama kepada semua narapidana di seluruh penjara yang ada di Indonesia. Dia beranggapan penjara hanya bisa mengurung tubuh dan langkah penghuninya tapi tak bisa membatasi akal dan pikiran mereka yang ada di dalamnya.

Untuk membantu menyebarluaskan ajaran Islam ke dalam penjara, dia tidak sendiri. Ada Joni Indo mantan perampok yang telah melegenda itu dan Zarima yang lebih dikenal sebagai ratu ekstasi. Ketiga mantan narapidana ini saling bahu-membahu menyadarkan penghuni penjara untuk bertobat.

Halaman123
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Batam
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas