Minggu, 23 November 2014
Tribunnews.com

Joni Indo dan Anton Medan Dukung Penjahat di Batam

Selasa, 21 September 2010 16:10 WIB

Joni Indo dan Anton Medan Dukung Penjahat di Batam
NET
Anton Medan
Laporan Wartawan Tribunnewsbatam, El Tjandring

TRIBUNNEWS.COM, BATAM -
Joni Indo, mantan napi yang telah bertobat dan kini telah menjadi seorang ustad, mendukung upaya para penjahat yang menghuni Rumah Tahanan (Rutan) Baloi Batam, Kepulauan Riau, untuk melakukan pertobatan. Kehadiran bekas tahanan Nusa Kambangan ini bersama Anton Medan untuk mengisi tausiah pada acara Halal Bihalal di Rutan itu, Selasa (21/9/2010).

Pertobatan ini, kata Ustad Joni, sudah merupakan perintah dari Nabi. "Tidak ada kata terlambat bagi umat Allah yang mau bertobat. Nabi berkata, Allah akan menguatkan iman orang-orang yang bertobat," kata Ustad Joni dalam Tausiahnya.

Dia mencontohkan dari dirinya sendiri yang bertobat setelah menjalani semua kehidupannya saat ini sebagai seorang penjahat, namun setelah bertobat dia merasa diterima Allah. "Tobat saya diterima Allah karena meski saya hanya tamatan SMP dan pekerjaan sebelumnya adalah rampok  tapi bisa menjadi seorang ustadz itu karena Allah merestui," ujarnya.

Sementara Anton Medan, yang pernah menjadi preman dan gembong perampok di Jakarta mengatakan, pertobatan dirinya dimulai saat ia mulai memeluk agama Islam pada tahun 1993. Satu tahun kemudian, pria kelahiran Tebing Tinggi, Sumatra Utara, ini mulai menjalani hidupnya sebagai seorang pendakwah.

Sebagai seorang mantan narapidana, dia ingin mencari orang-orang terhukum sebagai sasaran dakwahnya. Untuk itu, Anton Medan pun rela berkeliling demi menyelesaikan misinya memberikan tausiah kepada orang-orang yang terbatas langkah dan tubuhnya karena terkurung di penjara.

Dia bercita-cita ingin memberikan ceramah agama kepada semua narapidana di seluruh penjara yang ada di Indonesia. Dia beranggapan penjara hanya bisa mengurung tubuh dan langkah penghuninya tapi tak bisa membatasi akal dan pikiran mereka yang ada di dalamnya.

Untuk membantu menyebarluaskan ajaran Islam ke dalam penjara, dia tidak sendiri. Ada Joni Indo mantan perampok yang telah melegenda itu dan Zarima yang lebih dikenal sebagai ratu ekstasi. Ketiga mantan narapidana ini saling bahu-membahu menyadarkan penghuni penjara untuk bertobat.

"Ini pertama kali saya datang ke Batam dan akan memberikan tausiah di Lapas dan Rutan di Batam, dan berharap bisa kembali ke sini lagi untuk maksud yang sama," kata Anton kepada wartawan usai memberikan tausiah kepada, napi di Rutan Baloi, Selasa (21/9/2010).

Pengasuh Pondok Pesantren Ataibin di Bekasi yang mengasuh lebih dari seribu santri ini tidak memungkiri kalau selalu mendapat bayaran dari pihak-pihak yang mengundangnya. Bayaran yang didapatnya itu separuhnya dia sumbangkan untuk biaya operasional pondok pesantrennya.

"Pondok pesantren saya itu gratis, makanya saya harus berusaha mencari uang untuk menutupi biaya operasionanya. Kalau kita jalan bertiga, sama Pak Joni dan Zarima, lima puluh persen dari yang kita dapat, tetap merupakan milik dari pondok, selebihnya akan kita bagi tiga," kata Anton.

Sejauh ini, kata dia, misi untuk menyadarkan para penghuni tahan tidak banyak mengalami hambatan. Bahkan pihak pemerintah mendukung langkah yang telah mereka jalani ini.

Selain ke penjara, Anton juga sudah mulai masuk lokalisasi-lokalisasi. Untuk wilayah Jawa, hampir seluruh lokalisasi yang ada di sana sudah dimasukinya untuk mengajarkan pengetahuan tentang agama Islam bagi warga yang menghuni di sana.

"Di sini ada juga kan yang di Tanjung Uncang, saya harap suatu saat saya bisa hadir di sana untuk memberikan ceramah agama," ucapnya.

Bersama Joni Indo dan Zarima yang sudah cukup punya nama, Anton mengaku kalau beberapa tahun terakhir ini mereka sering kebanjiran order. Terutama dari parpol dan tokoh politik yang ingin meraih simpati massa pada Pemilu maupun Pemilu Kada.

"Yang paling sering ppanggil kami untuk berceramah adalah tokoh politik dan parpol, biasanya dekat-dekat pemilu. Kalau yang di Batam murni dari Lapas dan Rutan yang meminta bukan dari politik," ungkapnya.

Karutan Baloi, Rudi Sarjono mengakui kalau kehadiran dua tokoh yang begitu dekat dengan jeruji besi ini di Batam tidak terkait dengan panasnya suhu politik yang berkembang saat di Batam. Anton Medan dan Joni Indo diudang oleh pihaknya untuk menyadarkan warga binaannya dan bukan pesanan dari salah satu calon walikota Batam.

"Saya sudah punya hubungan baik dengan Pak Anton maupun Pak Joni, sehingga kalau saya ingin mereka hadir di sini, tinggal hubungi saja pasti mereka akan datang. Jadi bukan karena terkait dengan Pemilu Kada kota Batam," kata Rudi sebelum mengantar Anton Medan dan Joni Indo ke Lapas Barelang.(*)
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Batam

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas