• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 28 Agustus 2014
Tribunnews.com

Foto-foto Eksklusif Situasi Tarakan Pascabentrok

Senin, 27 September 2010 19:15 WIB
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Junisah

TRIBUNNEWS.COM, TARAKAN
- Aparat kepolisian dari Brimob Polda Kaltim dan Polresta Tarakan masih berjaga-jaga di sejumlah lokasi menyusul pertikaian antarkelompok yang terjadi di Tarakan, Minggu (26/9/2010) pukul 23.00 WIB.

Pertikaian yang melibatkan dua kelompok masyarakat tersebut membuat situasi Tarakan mencekam. Bahkan, toko-toko yang berada di pusat kota memilih tutup lebih awal.

Mereka khawatir konflik antarkelompok meluas sehingga mengancam kelangsungan usaha mereka.   

Sementara itu, ratusan warga dari Jumawa Permai, Tarakan Utara, kalimantan Timur masih bersiaga mengantisipasi terjadinya serangan. Mereka berkumpul sembari membawa senjata tajam.  

Korban tewas, Abdullah (45), tokoh masyarakat salah satu kelompok, siang tadi sekitar pukul 14.00 dimakamkan di lokasi pemakanan umum yang berada di wilayah kota Tarakan.

Hingga saat ini, pelaku penyerangan masih dalam pengejaran polisi. Kapolresta
Tarakan AKBP Danu Siswanto mengatakan, pelaku penyerangan diperkirakan berjumlah sekitar lima orang.

"Para pelakunya kini dalam pengejaran, kita berusaha agar mereka segera ditangkap," ujarnya.
Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
12 KOMENTAR
51463 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Ishadi Aulia Rachman-Kamis, 30 September 2010 Laporkan
    legos, jangn smbrang ngmong ya, blngi suku orang smbarangan.. diam aja kalo ga tau msalahnya..
  • Kajang Menthol-Kamis, 30 September 2010 Laporkan
    Kata bijak: "Dimana bumi dipijat disitulah langit dijunjung". klw mw dihormati kampungx orang jangan tampox ikut dibawa2.
  • Mark Kancil-Rabu, 29 September 2010 Laporkan
    bnr skli kita hrs mnghrgai tuan rmh...mmng suku pattinjo/letta adalh pnjahat...sesama orng sulsel aja di bunuh..klo bisa usir aja mereka dr trkn..saya adlh orng makassar tp tdk sk dngn klakuan mrka..
  • Djuce MhAnz-Rabu, 29 September 2010 Laporkan
    haruskah kita dsni jg ikut berperang/mengadu argumentasi??? Cukuplah mereka yg ada dTarakan.....

    [hukum/adili pelaku pembunuhan sesuai dengan hukum yang berlaku]

    Lagipula menurut Perjanjian yg tlh dsepakati, bentrokan ini bukanlah bentrokan antar etnis
  • Rajakipuh Kipuh-Rabu, 29 September 2010 Laporkan
    legos mohon jangan memprofokasi keadaan kasihan saudara kita suku bugis dan suku asli kalimantan saling membunuh jng sampai sampit 2 terulang habislah keturunan bugis nantinya kasihan mereka..
  • Ryan Kuroko Tetsuya-Rabu, 29 September 2010 Laporkan
    apaaan lu ngomongin dayak goblok?
    bacot lu di ilangin baru tau

    ass lu
  • 2.Namun pd prjlnannya sifat win2 solution itu brubah mnjadi sifat yg tamak, ingin mrampok, sok jagoan, bahkan mnjajah. Blanda yg pndatang dgn sifat tamaknya, prmpok & pnjajah itu mngangkangi tanah jawa slama brabad2.
    Kita di indo jgn meniru sifat & tabia
  • 1.Dunia rantau adlh dunia nyata yg sdh ada sjak zaman batu, dimana manusia brusaha utk survive didlm mncapai kebutuhan hdpnya, baik dlm mmproleh sumber2 pnghidupan maupun dlm mmproleh sumber2 lain yg bs dipake utk mnunjang klangsungan pnghidupan itu sndir
  • Alle Marthin Manuhutu-Selasa, 28 September 2010 Laporkan
    legos...kalo tidak tau masalah jangan ngomong macam2 ya....orang pendatang harus menghargai penduduk asli...menyelesaikan masalah bukan dengan cara seperti itu....
  • sy bkn pakar, tp pemerhati mslh sosial di Indo. Saat ini kt sm2 melht fnomena yg tdk kndusif didlm pmbntukan nation building yg sehat. Suku DAYAK adlh pnduduk asli kalimantan & sehrsnya srta selyknya kt yg pndatang mnghrmati suku tsb sbg tuan rmh. Sgl tin
  • Rendy Fivers-Senin, 27 September 2010 Laporkan
    mksd lho apa'n bilang goblok...

    klw gk tw mslahx jgn ikut campurr,,
  • legos-Senin, 27 September 2010 Laporkan
    dayak goblok mulai berulah...setan hutan lapar darah..
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas