• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 20 Oktober 2014
Tribunnews.com

Merapi Meletus

Selasa, 26 Oktober 2010 18:26 WIB
Merapi Meletus
klaten.go.id
Gunung Merapi mulai mengeluarkan semburan awan panasnya, Selasa (26/10/2010). Ratusan warga di lereng Merapi telah dievakuasi.
Laporan wartawan Tribun Setya Krisna Sumargo
 
TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA -
Merapi mulai mengamuk. Tepat pukul 17.02 WIB, Merapi mulai meluncurkan awan panas. Warga pun panik dan langsung diungsikan ke posko pengungsian.

"Merapi mulai erupsi pukul 17.02 WIB dengan mengeluarkan awan panas. Pukul 17.02 WIB itu adalah awal erupsi Merapi sejak status dinaikkan menjadi dari siaga menjadi awas," tegas Kepala BPPTK Yogyakarta, Subanrdiyo kepada Tribunnews.com, Selasa (26/10/2010).

Dijelaskan Subandriyo, erupsi merapi berupa material panas yang meluncur ke lereng. "Material panas diikuti awan panas," tegas Subandriyo.

Mengenai arah luncuran awan panas, BPPTK belum mengetahui secara pasti. "Awan panasnya sangat pekat, jadi belum tahu mengarah ke mana," tegas Subandriyo.

Sejak erupsi pukul 17.02 WIB, Merapi terus meluncurkan material panas atau erupsi. "Setelah pukul 17.02 WIB, ada erupsi lagi pukul 17.02 WIB," tegas Subandriyo.

Hal senada disampaikan Kepala Vulcanologi. "Erupsi terjadi dua kali. Erupsi diikuti awan panas. Kita sedang di Merapi ini," tegas Surono.

Dari pantaun wartawan Tribunnews di lokasi, di kawasan lereng selatan mulai terjadi hujan abu. Wilayah yang terkena hujan abu antara lain  Turgo, Kinahrejo, Ngrangkah, dan Samburejo. Ratusan warga kini dalam proses evakuasi ke barak pengungsian.

Sebagian kecil masih bertahan untuk memantau detik-detik akhir jika erupsi besar terjadi. Gelapnya malam, mendung tebal membuat situasi agak mencekam. Puncak Merapi saat ini tertutup awan tebal dan tidak terlihat secara visual. Angin di lereng selatan bertiup sedang ke arah barat.
Editor: Yulis Sulistyawan
2 KOMENTAR
58758 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas