• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Tribunnews.com

Sadis! Mayat Wanita Telanjang dengan Pisau Menancap di Dadanya

Senin, 15 November 2010 08:10 WIB
Sadis! Mayat Wanita Telanjang dengan Pisau Menancap di Dadanya
IST
ilustrasi
SURABAYA, TRIBUNNEWS.COM -- Warga Jalan Kemayoran I Surabaya digegerkan dengan penemuan mayat dengan pisau masih menancap di ulu hatinya. Pembunuhan sadis ini terjadi di sebuah rumah, tepatnya nomor 66 di gang itu, Minggu (14/11/2010) pagi.

Ada dugaan Silvy Yulia, 39, lebih dulu dianiaya sebelum hidupnya diakhiri dengan sebilah pisau dapur. Dugaan penganiayaan itu terlihat dari beberapa luka memar di beberapa tubuh ibu satu anak itu. Di antaranya, terdapat di kedua paha dan tangan kiri. Rembesan darah juga terdapat di bagian belakang kepala perempuan berkulit terang itu.

Kegemparan warga dimulai ketika Santosa Weenario, 48, suami Silvy, tergopoh-gopoh mendatangi Sri Winarsih, istri Amari, ketua RT 03/RW 02 Kelurahan Kemayoran.

“Bojoku, Bu… Bojoku, Bu…” kata Santosa kepada Sri Winarsih.

Waktu itu, Santosa tidak mengatakan kondisi istrinya secara jelas. Lalu ia mengajak Sri melihat kondisi istrinya di rumahnya yang hanya berjarak dua rumah dari tempat tinggal Amari. Sri pun akhirnya mengajak sang suami melihat isi rumah Santosa.

Amari dan Sri tercekat ketika menyaksikan tubuh Silvy. Perempuan itu tergeletak di tempat tidur dalam keadaan telanjang bulat. Kedua kakinya menjuntai ke lantai. Yang mengerikan, ada pisau menancap di ulu hatinya. Pisau yang kemudian diketahui berukuran 30 cm itu hanya terlihat gagangnya, sedangkan mata pisaunya tertancap penuh ke tubuh perempuan itu.

Amari pun melapor ke polisi. Kapolsek Krembangan Kompol Suparto langsung mengirim anggotanya ke lokasi dan langsung memeriksa tempat kejadian. Dari pemeriksaan luar, diketahui bahwa pisau itu ditusukkan di perut, mengarah ke atas hingga mengenai ulu hatinya. Sebagian isi perut korban pun tampak terburai.

Petugas menemukan luka lain di bagian belakang kepalanya yang berdarah ketika diangkat. Paha korban penuh dengan luka memar, begitu juga dengan tangan kirinya. Polisi menduga, korban sempat melawan sebelum dihabisi. (*)
Editor: Tjatur Wisanggeni
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
63906 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas