• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribunnews.com

Alasan Pelaku Mutilasi Eko di Lapas Berubah-ubah

Selasa, 23 November 2010 21:53 WIB
Alasan Pelaku Mutilasi Eko di Lapas Berubah-ubah
Sriwijaya Post/Ardiansyah
Eko Adisaputra (18), tahanan kejaksaan yang dititipkan di Lapas Anak Pakjo, Palembang tewas dibunuh dan dimutilasi oleh delapan napi penghuni lapas anak, Senin (22/11) dini hari sekitar pukul 01.00.
Laporan Wartawan Sriwijaya Pos

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG
- Kasus pembunuhan yang menyebabkan tahanan titipan Kejaksaan, Eko Adi Saputra (18) meninggal di dalam sel tepatnya di sel isolasi, Senin (21/11) pukul 01.00 lalu masih dalam penyelidikan pihak Polsek IB I.

Menurut Kapolsek IB I AKP Tulus Sinaga, motif pembunuhan masih karena kesal terhadap pelaku yang ingin mengajak para pelaku melarikan diri. "Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah kita lakukan terhadap kedelapan tersangka. Ternyata dari kedelapan pelaku, dua yang masih menaruh kekesalan terhadap korban sehingga kedua tersangka melakukan hal tersebut," tutur Tulus Sinaga.

Motif yang melatarbelakangi pembunuhan terhdapat korban hingga saat ini masih karena kesal terhadap ulang korban yang ingin melarikan diri dari tahanan. "Kemarahan dari para tersangka yang berlebihan, karena para tersangka mungkin takut terhadap sekelompok orang ataupun sipir yang berada di lapas. Karena mereka merasa kesal timbul niat dan kekuatan, jadi sepakat untuk
melakukan pembunuhan terhadap korban," tambah Tulus.

Sementara petugas Polsek IB I masih mendalami kasus pembunuhan yang dilakukan delapan tersangka, dan berkoordinasi dengan pihak lapas tentang data-data yang dibutuhkan selama penyelidikan.

"Selama penyelidikan keterangan yang kita dapatkan dari para tersangka sering berubah-rubah, tetapi kita masih mencari kebenaran tentang keterangan dari para tersangka," tutur tulus
saat ditemui diruang kerjanya.

Untuk sementara pasal yang dikenakan terhadap kedelapan tersangka yaitu pasal 340 primer di subsider pasal 338 subsider 170 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. "Karena ada unsur perencanaan makanya kita kenakan pasal itu, dan masih dalam pendalaman untuk
kasus ini. Kalau memang telah selesai penyelidikan dan telah diketahui motifnya, maka berkasnya akan kita limpahkan ke Kejaksaan. Biasanya hukuman yang lama masih tetap dijalani, dan setelah hukuman lama selesai barulah proses kasus ini masuk dan para tersangka menjalani hukuman dalam kasus ini," tambahnya.
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Sriwijaya Post
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
66132 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas