• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribunnews.com

Tante Jona Tiduri Gigolo ABG untuk Obat Awet Muda

Rabu, 8 Desember 2010 08:14 WIB
Tante Jona Tiduri Gigolo ABG untuk Obat Awet Muda
ist
SURABAYA, TRIBUNNEWS.COM -- Germo gigolo ABG yang ditangkap Polrestabes Surabaya mengaku mendapat order dari tante-tante girang sebagai obat awet muda. Hingga sore kemarin, kedua tersangka yang menyediakan jasa ABG masih diperiksa di ruang Jatanum Polrestabes Surabaya.

Dari tangan tersangka, penyidik menyita uang tunai Rp 700.000, satu buah ponsel dan dua unit motor. Kedua motor itu adalah sarana untuk mengantar kedua ‘kucing’ ke hotel.

Tersangka Mujamil yang diperiksa penyidik mengaku mendapat order ABG dari tante Jona sudah lama.

“Kata tante itu, ABG itu dipakai obat awet muda,” jelas Mujamil yang mengaku tak tahu yang dimaksud awet muda itu.

Mujamil mengaku sempat tak menghiraukan telepon Jona yang dianggapnya terlalu sering, karena ia merasa tak punya stok AB. Ia bahkan akhirnya mematikan ponselnya, karena merasa seperti ditagih utang.

Namun, ia akhirnya luluh juga karena iming-iming Jona cukup menggiurkan. Mujamil diberi uang sendiri sebanyak Rp 700.000 dan dua ABG yang dikirim nanti diberi uang sendiri dan besarnya Rp 1 juta.

Lalu dari mana ia mendapat obat awet muda untuk Jona? Mujamil pun menyuruh temannya, Achmad Afandi, mencari dan akhirnya mendapatkan Bagas dan Arman, tetangganya sendiri. “Mereka ya tinggal berdekatan dan tiap hari berkumpul bersama-sama,” tutur ayah dua anak itu.

Bagaimana sosok tante Jona? Mujamil yang ditanya sempat bingung. “Setelah saya datang ke hotel dan kamarnya kami cari, orangnya masih muda. Kayaknya usianya masih 22 tahunan,” terangnya.

Apa tujuan Anda memasang iklan terapis di media massa? “Saya kan bekerja sebagai terapis di daerah Klampis. Iklan itu saya pasang sebanyak empat kali lewat SMS yang tarifnya Rp 5.000 sekali tayang. Tujuan saya agar orang yang telepon datang ke terapis supaya komisi saya banyak, karena sifat penggajian dari komisi. Iklan yang saya pasang bukan untuk menyediakan layanan plus-plus,” ungkapnya.

Apakah Anda pernah mendapat order plus-plus dari tante-tante? “Ya baru sekali ini saja. Order ini juga bukan untuk ‘main’ tapi si tante itu ingin melihat Bagas dan Arman,” paparnya.

Sedangkan Afandi kepada polisi mengaku tidak mendapat apa-apa dari bisnis itu. “Saya tidak dapat apa-apa dan saya tidak tahu apa-apa terkait persoalan ini,” tutur pria yang mengaku sebagai kuli bangunan tersebut.

Bagas dan Arman yang sempat diperiksa di ruang Jatanum Satreskrim Polrestabes Surabaya akhirnya dipulangkan, karena mereka dianggap sebagai korban perdagangan manusia. “Mereka diberi pembinaan supaya mereka sadar karena masa depan kedua korban masih panjang,” tutur AKP Arbaridi Jumhur. (*)
Editor: Tjatur Wisanggeni
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
69664 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas