• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 22 Agustus 2014
Tribunnews.com

Dampak Letusan Gunung Kelud Tahun 1990 Masih Ancam Warga

Rabu, 19 Januari 2011 06:16 WIB
Dampak Letusan Gunung Kelud Tahun 1990 Masih Ancam Warga
IST
Gunung Kelud
TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Banjir lahar dingin dari sisa letusan Gunung Kelud tahun 1990 lalu, masih mengancam perkampungan warga. Gunung yang memiliki ketinggian 1.730 meter di atas permukaan laut ini, terletak di area perkebunan Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, masih mengancam perkampungan warga.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Kediri Ruslan Efendi, Selasa (18/1/2011), mengatakan, ancaman banjir lahar dingin itu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pemerintah daerah akibat tingginya curah hujan.

"Efek limpahan dari Gunung Kelud, salah satunya, adalah banjir karena material pasir di saluran gunung sudah penuh," katanya.

Selain tertutup pasir, saluran sebagai jalur lahar (terowongan) dari gunung yang pernah meletus secara efusif tahun 2007 itu juga tertutup tanah.Banyak jalur lahar yang oleh warga justru ditanami rumput gajah untuk pakan ternak.

Hal ini sangat berbahaya karena menyebabkan tanah di sekitar sungai labil sehingga bisa terkikis jika debit air tinggi.

Saat ini pihaknya sedang melakukan kajian untuk dapat mengeruk pasir di beberapa jalur lahar. Dengan itu, diharapkan banjir lahar dingin tidak menerjang perkampungan warga, bahkan masuk ke dalam rumah.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana membuat penampungan luapan lahar Gunung Kelud di sebelah timur laut kaki gunung. Hal itu juga sebagai antisipasi karena penampungan lahar Kelud sudah penuh oleh letusan tahun 1990.(*)
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
79478 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas