• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribunnews.com

Dua Gadis Cantik Tomohon Nyaris Dijual ke Papua

Senin, 7 Februari 2011 06:12 WIB
Dua Gadis Cantik Tomohon Nyaris Dijual ke Papua
net
Ilustrasi
Laporan Wartawan Tribun Manado, Warstef Abisada

TRIBUNNEWS.COM, TOMOHON -
Dua wanita cantik asal Kota Tomohon, Sulawesi Utara, yakni IT alias Intan (20) dan MW alias Mei (21), diamankan Unit Buru Sergap (Buser) Polresta Kota Tomohon di Bandara Sam Ratulangi, Jumat (4/2) pekan lalu. Keduanya diduga menjadi korban penjualan gadis ke Kota Sorong, Papua.

Keduanya diamankan bersama AG alias Ani (50) warga Tumumpa Lingkungan I Kecamatan Tuminting Kota Manado yang diduga menjadi agen pengirim wanita cantik asal Kota Bunga ini.

"Mereka berhasil diamankan di bandara setelah ada laporan dari orang tua dan intelejen Polresta Kota Tomohon tentang maraknya perekrutan perempuan yang diduga menjadi korban traficking di daerah ini," ujar Kompol Linus Kendek, Kabag Ops Polresta Tomohon, mewakili Kapolresta AKBP Suyanto.

Kanit Buser Polresta Tomohon mengatakan, keberhasilan menggagalkan dugaan trafficking ini diawali adanya laporan dari orang tua Intan, Kamis (3/2) lalu. Intan dilaporkan tidak pulang ke rumah sejak Rabu (2/2).

"Saat ditangkap mereka sempat mengelak dengan dalih hanya ingin mengunjungi keluarga di Sorong. Tapi setelah diinterogasi ternyata dugaan kuat mengarah ke traficking jadi langsung dibawa ke Mapolresta untuk diperiksa lebih lanjut," jelasnya.

Dikatakan Rengkuan, ketiganya diamankan sekitar pukul 13.30 Wita beberapa saat sebelum pesawat tinggal landas menuju Sorong, Papua. Alasan kedua wanita cantik ini bersedia diberangkatkan untuk bekerja di Pub Bumber karena terdesak ekonomi setelah diiming-imingi gaji sebesar Rp 3 juta per bulan. "Mereka akan dipekerjakan sebagai ladies di pub, dan diimingi mendapat uang lebih dari hasil booking tamu," terang Rengkuan.

Sementara itu, Ani yang kini mendekam di balik jeruji besi mengatakan bahwa keduanya akan mendapat tambahan biaya premi sebesar Rp 5 ribu per botol saat melayani tamu. Ia mengaku direkrutnya gadis asal Tomohon tersebut dilakukan setelah ada permintaan dari Sorong. "Ipar saya yang memesan, jadi saya cari dan berangkatkan dengan uang saya sendiri, nanti akhirnya diganti juga oleh mereka," jelasnya sambil menyesali perbuatannya.

Diakuinya, aksi tersebut sudah lama dan berkali-kali dilakukannya, namun kali ini tercium oleh pihak kepolisian. Atas hasil kerjanya itu ia kadang dihadiahi uang sebesar Rp 500 ribu. "Kalau ada (fee Rp 500 ribu) saya ambil," ujarnya.(*)
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Manado
0 KOMENTAR
85295 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas