• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 24 Agustus 2014
Tribunnews.com

Kerugian Akibat Illegal Fishing di Sultra Capai Triliunan Rupiah

Kamis, 24 Februari 2011 19:25 WIB
Kerugian Akibat Illegal Fishing di Sultra Capai Triliunan Rupiah
Tribunnews.com/Iman Suryanto
Bercengkrama - Wakil gubernur Provinsi Maluku Said assagaf (kiri) bercengkrama dengan Kalahar Bakorkamla Laksamana Madya Y Didik Heru Purnomo disela-sela pembukaan Rakortas Bakorkamla diAston Natsepa Ambon Resort and Confrence, Ambon, Kamis (24/2/2011), Rapat yang membahas masalah koordinasi keamanan perarain indonesia tersebut di bagi menjadi 3 Alur Laut Kepulauan Indonesia.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Iman Suryanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
– Banyaknya dan maraknya aksi ilegal fishing di wilayah perairan Indonesia Timur atau di Alur Laut Kepulauan Indonesia 3 (ALKI 3) juga di akui Kepala Stasiun Sumber Daya Penilaian dan Kelautan, Departemen Kelautan dan Perikanan Kendari, Sulawesi Tenggara, Basri, Kamis ( 24/2/2011) siang.

"Sepanjang tahun 2010 saja, kita sudah amankan sebanyak tiga unit kapal tug boat yang tengah melakukan illegal fishing di wilayah kita. Kapal-kapal itu  berbendera Filipina, dimana 2 di antara kasus itu terjadi di Kota Sorong dan sudah P21, semantara 1 lagi ada di Kota Ambon dan masih dalam proses ke pengadilan ,” ujar Basri disela-sela Rapat Koordinasi Bakorkamla di Aston Natsepa Ambon Resort and Confrence, Ambon, Provinsi Maluku.

Banyaknya aksi pencurian ikan tersebut memang tak lepas dari kurangnya pengawasan dan luasnya wilayah perairan Indonesia timur, termasuk di Sultra yang diperparah dengan minimnya kapal pengawas maupun patroli cepat di sekitar sana.

”Untuk masalah jumlah kerugian yang dialami negara akibat aksi tersebut diperkirakan triliunan rupiah, namun jumlah pastinya saya kurang jelas,” jelas Basri.

Basri juga mengatakan bahwa aksi yang dilakukan para pelaku ilegal fishing tersebut terbilang berani. Mereka sudah berkali-kali melakukan aksinya  dengan menggunakan kapal tradisional.

"Mereka itu punya prinsip, kalau mereka berhasil mencuri 3 kalo (lambung kapal) ikan, dan hanya tertangkap 1 kali, mereka beranggapan sudah sangat untung, karena kapal-kapal yang digunakaan oleh mereka merupakan kapal-kapal yang nilai ekonomisnya sangat rendah sekali. Bila kapalnya di tangkap dan ditahan pun kapal tersebut tidak bisa dimanfaatkan, paling-paling hancur dan rusak,” jelas Basri sembari mengatakan bahwa aksi tersebut lebih banyak terjadi di Laut Arafura

 
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
90439 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas