• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribunnews.com

500 Guru di Nunukan Belum Terima Tunjangan Perbatasan

Sabtu, 26 Februari 2011 15:58 WIB
500 Guru di Nunukan Belum Terima Tunjangan Perbatasan
ist
Ilustrasi
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN -
Salah satu persoalan yang memicu protes guru-guru senior di Nunukan, Kalimantan Timur, pada pertemuan dengan pejabat Disdik, Sabtu (26/2/2011) di SD 004 Nunukan yakni ketidakadilan dalam pendataan guru-guru sehingga banyak di antara mereka yang tidak menerima dana tunjangan perbatasan dari pemerintah pusat.

"Persoalannya, banyak guru yang masa kerjanya lebih lama justru tidak terima dana tunjangan perbatasan. Sekitar 500 orang yang memenuhi syarat justru tidak menerima. Sementara yang dapat hanya 900 orang," ujar Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Nunukan Husin Manu.

Ia mencontohkan, di SMP 1 Nunukan ada sekitar 40 guru yang harusnya menerima tunjangan perbatasan. Namun yang terdaftar sebagai penerima hanya 8 orang. "Ada yang baru honor satu dan dua tahun sudah dapat. Sementara kami yang mengabdi sudah lebih lima tahun justru tidak dapat," ujarnya.

Husin mengatakan, baru tahun ini guru-guru di Nunukan menerima dana tunjangan perbatasan dari pemerintah pusat. Besarnya Rp 1.350.000 per bulan. Untuk bisa menerima dana itu, setiap guru PNS maupun honorer dipersyaratkan telah memiliki masa tugas 5 tahun ke atas.

Selain itu telah memiliki nomor unit pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK) serta jumlah jam mengajar 24 jam perminggu.

"Setelah kami telusuri ada yang hanya mengajar 8 jam tetapi menerima. Kalau kepala sekolah tidak masalah kalau jam mengajarnya hanya 6 jam karena ada tugas tambahannya sebagai kepala sekolah," katanya.

Husin menuding, selain pendataan terhadap guru-guru yang tidak tuntas, ada unsur kesengajaan dari pejabat Disdik Nunukan untuk tidak mendaftarkan sebagian guru-guru sebagai penerima dana tunjangan perbatasan.

"Sosialisasi juga tidak ada. Sosialisasi baru tahun 2011 dilaksanakan sementara dananya sejak tahun 2010," katanya.

Ratusan guru secara bergantian menyampaikan protes mempertanyakan alasan tidak masuknya mereka dalam daftar penerima dana dimaksud. Akibatnya, pejabat Disdik Nunukan memilih keluar ruangan tanpa memberikan penjelasan apapun kepada para guru-guru. Dana yang seharusnya dibagikan hari ini juga batal diberikan kepada para penerima.

"Kami melihat Disdik Nunukan tidak becus bekerja. Karena itu kami menuntut agar Kepala dan Sekretaris Disdik Nunukan supaya mundur dari jabatannya," katanya.(*)
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Kaltim
2 KOMENTAR
90875 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Yamil Djamil-Kamis, 31 Maret 2011 Laporkan
    Sepakat Kalo Ada RESAPEL SEMUA DI DISDIK KALO PERLU ORANG - ORANG BERSIH...@ YANG SUDAH MANDI PAGI DAN MANDI SORE ( Juliet Alva Mike India Lima )
  • hasan-Kamis, 24 Maret 2011 Laporkan
    Permasalahan yang terjadi di nunukan merupakan masalah yang cukup serius, jika terus dibiarkan akan timbul apatisme di kalangan para guru dan hal ini tentu saja membawa dampak yang sangat buruk terhadap pendidikan di kabupaten nunukan
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas