Rabu, 26 November 2014
Tribunnews.com

Jenglot Bandung Diberi Makan Darah

Jumat, 4 Maret 2011 16:54 WIB

Jenglot Bandung Diberi Makan Darah
TRIBUN JABAR/IDA ROMLAH JENGLOT
Ilustrasi Jenglot.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dicky Fadjar Djuhud

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -
Jenglot berdarah yang membuat geger warga Gang Mama Dipa, Jalan Jamika RT 02/05, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Bandung, Kamis (3/3/2011) malam baru dimandikan dan diberikan makan darah manusia.

"Bukan punya saya. Mesti buat perjanjian dulu. Lagian belum tentu boleh diekspos. Yang punyanya ada di Dungus Cariang. Kalau 'barangnya' ada, tapi enggak boleh dilihat dulu. Jangan lah. Takut yang punya marah," kata Dunga, salah seorang yang bertugas menjaga Jenglot.

Wawan alias Charmad, warga yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Dunga mengatakan, kalau Jenglot itu baru dimandikan oleh tim yang 'menarik' Jenglot dari kediamannya. Jenglot itu dimandikan menggunakan minyak wangi sejenis Javaron. Setelah dimandikan diberi makan darah manusia.

Charmad mengaku belum melihatnya. Namun anggota keluarganya, yakni Aris sudah melihatnya.

Jenglot itu berukuran sekitar 10 sentimeter dengan rambut panjang terjurai sekitar 30 sentimeter.

"Wajahnya kayak serigala, kukunya panjang, rambutnya juga. Jadi, tim itu ada sekitar 10 orang termasuk Dunga yang jadi mediator. Ditariknya sih di rumah sini. Jenglotnya ada di toko oli di pinggir jalan terusan Jamika itu. Toples kosong, begitu ritual selesai ada Jenglotnya," kata Aris yang mengaku sudah melihat bentuk jenglot tersebut.

Disebutkan Dunga, temannya asal Jampang, Sukabumi bernama Yogi yang memiliki kemampuan supranatural. Tim yang terlibat saat 'penarikan' Jenglot sekitar sepuluh orang. Untuk melihat Jenglot itu sendiri, tidak boleh sembarangan.
Editor: Prawira Maulana
Sumber: Tribun Jabar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas