Sabtu, 20 Desember 2014
Tribunnews.com

Ratusan Pelatih Mahatma Indonesia Ikuti Latihan Gabungan

Senin, 21 Maret 2011 09:24 WIB

Ratusan Pelatih Mahatma Indonesia Ikuti Latihan Gabungan
Ist
Ratusan pelatih olahraga pernafasan Maju Sehat Bersama (Mahatma) Indonesia melakukan latihan gabungan, Minggu (20/3/2011), di Lapangan sepakbola Tiram, Padang Pariaman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan pelatih olahraga pernafasan Maju Sehat Bersama (Mahatma) Indonesia melakukan latihan gabungan, Minggu (20/3/2011), di Lapangan sepakbola Tiram Kabupaten Padang Pariaman. Peserta latihan gabungan ini berasal dari berbagai Kabupaten/Kota di Sumatera Barat dan Jambi.

Para pelatih yang mengikuti latihan gabungan ini terdiri dari Asisten Pelatih, Pelatih Madya, Pelatih Tetap, Pelatih Inti, Dewan Pelatih dan Asisten Guru Besar. Latihan gabungan ini dipimpin oleh Asisten Guru Besar (Asgub) Mahatma Indonesia DR H Dasril MAg.

Pada saat memimpin latihan, Dasril yang biasa dipanggil Pak Buya oleh pendiri Mahatma Indonesia, selalu mengingatkan peserta latihan untuk fokus pada zikir kepada Allah, walaupun sedang bergerak melakukan jurus demi jurus. Dasril menegaskan hal tersebut, karena prinsip dasar Olahraga Pernafasan Mahatma Indonesia adalah upaya untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

"Tanpa zikir, jalur keilmuan yang diperoleh tidak akan sempurna," Tegas Dasril.
 
Mahatma Indonesia didirikan DR H Ahmad Riva'i MBA pada 28 Oktober 1995. Hingga tahun 2011, hampir setengah juta orang telah terdaftar sebagai anggota Mahatma Indonesia.

Di Sumatera Barat, menurut Dasril, jumlah anggota Mahatma telah mencapai lebih dari 20 ribu orang. Ia berharap dengan berkembangnya Mahatma Indonesia pada organisasi Nahdlatul Ulama Sumbar, jumlah anggota akan bertambah dengan pesat.

"Perkembangan Mahatma Indonesia merupakan karunia Allah, karena sebanyak jumlah anggota yang telah mengikuti pelatihan, bersamaan dengan itu mereka menikmati peningkatan kualitas beribadah dan peningkatan kualitas kesehatan," sambung Dasril.

Setelah latihan usai Dasril menjelaskan, mereka yang mengikuti latihan Mahatma secara kejiwaan akan berubuh karena mereka dilatih tetap sabar dalam kondisi yang letih sekalipun. Para pelatih selalu mengingatkan peserta latihan untuk tetap mengharap kekuatan kesabaran dari Allah.

"Sementara secara fisik, para peserta dilatih untuk bisa mengatur pernafasan agar tetap bugar melakukan gerakan demi gerakan. Dengan perpaduan zikir, nafas dan jurus yang tepat, maka manfaat latihan akan langsung diperoleh pada saat latihan pertama sekali diikuti," jelas Dasril.

Olahraga pernafasan Mahatma Indonesia, katanya, bermanfaat bagi kesehatan, karena dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit yang menyerang manusia. Seperti penyakit jantung, asma, ginjal, lambung, vertigo, lemah syahwat, leukeumia, dan lain-lain. (*)
Penulis: Harismanto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas