• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Tribunnews.com

Dua Warga Jadi Korban Amuk Massa

Selasa, 22 Maret 2011 17:23 WIB
Dua Warga Jadi Korban Amuk Massa
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
Ribuan warga melakukan aksi massa di depan rumah Tgk Aiyub di Desa Jambo Dalam, Kecamatan Plimbang Bireuen, Senin (21/3) dinihari.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, BIREUEN - Setelah reda di Desa Jambo Dalam, massa bergerak lagi ke Pandrah, karena di sana juga ada seorang warga yang diduga mengajarkan ajaran sesat, seperti yang mereka sangkakan terhadap Tgk Aiyub.

Tanpa jelas siapa yang mengomandoi, sekitar pukul 02.00 WIB, mereka naik sepeda motor menuju rumah Sulaiman di Desa Lhok Mane, Pandrah.

Dalam perjalanan ke rumah tersebut, Tgk Sulaiman bersama rekannya, Tgk Murhaban, kebetulan hendak keluar dari desa itu. Lalu warga menghadang dan menangkap mereka di sebuah jembatan masih di kawasan Pandrah. Tgk Sulaiman dan Tgk Murhaban akhirnya digiring kembali ke rumahnya.

Berjarak 20 meter dari rumah Tgk Sulaiman, tiba-tiba massa membakar sebuah sepeda motor, kemudian membakar sebuah balai pengajian berukuran 4X6 meter dan sebuah jambo (rangkang).

Anggota Polsek dari Jeunieb dan Polres Bireuen akhirnya “berjibaku” menyelamatkan Tgk Sulaiman dan temannya dari amuk massa. Keduanya berhasil diselamatkan, lalu dibawa ke Polsek Jeunieb, seterusnya ke Polres Bireuen.

Surat keterangan 
Sekdes Jambo Dalam, Syarifuddin mengatakan, perangkat desa telah mengeluarkan surat keterangan dan pemberitahuan tentang aktivitas Tgk Aiyub selama ini. “Kemarin malam kami datang mengingatkan untuk mematuhi beberapa larangan, ternyata kami dicaci maki dan akhirnya kami lapor ke polisi dan terjadilah tindakan yang sama-sama tidak kita inginkan itu,” kata Syafruddin.

Kedelapan orang yang dibawa ke Polres Bireuen itu adalah enam orang dari rumah Tgk Aiyub, yakni Tgk Aiyub (43) sendiri; Nabhani, warga Jambo Dalam; Fauzi, warga Peusangan, dan Bukhari, warga luar Pandrah. Adapun dua tamu yang berkunjung ke rumah tersebut adalah Tgk Ishak dan Zulkifly.

Dua orang lainnya yang diamankan ke Polres Bireuen adalah Tgk Sulaiman (55), warga Lhok Mane, Pandrah, dan Tgk Murhaban, warga Cureh Baroh. Keduanya diamankan saat terjadi amuk massa di rumah Tgk Sulaiman.

Adapun unit sepmor yang hangus dalam peristiwa itu, masing-masing Supra X milik Zulkifly dan Supra X milik Bukhari. Mobil pikap yang dibakar merupakan milik Fauzi. Sedangkan satu sepmor lainnya merek Smash yang dibakar di dekat kediaman Tgk Sulaiman tercatat sebagai milik Tgk Murhaban.
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
98529 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas