• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

Tasikmalaya Larang Tambang Pasir Besi

Senin, 28 Maret 2011 21:01 WIB
Tasikmalaya Larang Tambang Pasir Besi
tribun jabar/andi m dani
Ilustrasi bibir pantai
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Stf

TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA
- Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya, Rudi Priyadi, menegaskan, lokasi penambangan pasir besi di sepanjang pantai Cipatujah dan Cikalong, tidak boleh berada di bawah 100 meter dari bibir pantai.

Ketentuan itu sesuai dengan aturan pemerintah berdasarkan kajian mendalam. Jika penambangan melebihi batas aman 100 meter dari bibir pantai, dipastikan bakal menimbulkan bencana lingkungan seperti abrasi.

“Untuk menegakkan peraturan perundang-undangan tersebut diperlukan sikap tegas instansi terkait. Terutama dalam memberikan sanksi bagi perusahaan yang jelas melanggar aturan tersebut,” ujar Rudi yang ditemui di kantornya, Senin (28/3/2011).

Ia mengungkapkan, bencana abrasi pernah terjadi di pantai Cimanuk, Kecamatan Cikalong, yang sangat merugikan masyarakat. Hal itu terjadi akibat kegiatan penambangan pasir besi yang lokasinya berada di bawah 100 meter dari bibir pantai. Perusakan akibat penambangan itu terjadi tahun 2003 lalu, dan bencana abrasi akhirnya datang belum lama ini.

Idealnya, lanjut Rudi, setiap satu lokasi area penambangan pasir besi hanya mengambil material sekitar 20 persen yang merupakan inti pasir besi. Sedangkan 80 persen lagi yang merupakan material lain sebaiknya dikembalika ke lokasi. Yang terjadi saat ini, sebagian material yang tak terpakai malah diterlantarkan sehingga lingkungan rusak.

“Kami akan menyarankan semua pengusaha penambangan pasir besi memiliki mesim pemilah material pasir besi dengan material tanah lainnya. Dengan adanya alat ini upaya melestarikan lingkungan sekitar lokasi tambang setidaknya akan terpelihara,” ujarnya.
Editor: Alfred Dama
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
100465 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas