Selasa, 3 Maret 2015
Tribunnews.com

Mantranya Ngawur, Hasilnya Rp 110 Juta

Sabtu, 2 April 2011 09:47 WIB

Mantranya Ngawur, Hasilnya Rp 110 Juta
SURYA
EMAS PALSU - Polisi memperlihatkan emas batangan palsu di Polsek Asemrowo, Jumat (1/4), yang digunakan tersangka untuk menipu korbannya.

TRIBUNNEWS.COM - Mitos harta karun milik presiden pertama RI, Ir Soekarno ternyata masih diyakini kebenarannya oleh masyarakat. Kepercayaan inilah yang dimanfaatkan Hafid, warga Jl Kejawan Putih Tambak VIII/29, Surabaya untuk menipu.

Lelaki berusia 50 tahun itu mengaku sebagai dukun sakti yang bisa menarik emas murni 24 karat batangan bergambar proklamator kemerdekaan RI itu melalui media alam gaib. Korbannya beragam, dari pegawai swasta sampai karyawan BUMN di Surabaya.

"Kami menangkap Hafid saat menjalankan ritual di rumah korbannya di kawasan Margomulyo,” ungkap Wakapolrestabes Surabaya AKBP M Iqbal didampingi Kapolsek Asemrowo Kompol Dolly Primanto, Jumat (1/4/2011).

Dari tangan Hafid, polisi menyita lima batang besi berlapis kuningan bergambar Bung Karno, dua kendi, dan berbagai minyak mistik.

Terbongkarnya praktik perdukunan palsu ini berkat laporan Supriyanto (36), salah satu korban, ke polisi. Ia mengaku diberi emas palsu oleh Hafid. “Korban mendapati batangan yang semula dikira emas itu menghitam. Ternyata, itu hanya kuningan yang dipoles sedemikian rupa, sehingga mirip emas,” ungkap Iqbal.

Kepada Surya Hafid mempraktikkan jurus mautnya membujuk belasan korban. Bekas kuli bangunan itu mengaku ke sana kemari bisa menarik emas Soekarno. Agar tampil meyakinkan, Hafid selalu berdandan ala dukun dan selalu merapalkan mantra.

Kabar bahwa di Surabaya ada penarik harta itu pun sampai di telinga Suladi (32), warga Kambingan, Cerme, Gresik, Ngari (58) dan Waris (35), keduanya warga Jl Tambak Oso, Wilangon, Benowo, Surabaya.

Halaman1234
Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Surya
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas