Si Calo yang Miliki 60 Mobil

Modal sukses Sulaiman, hanyalah berawal dari modal keuletan dan inovasi yang terus menerus dibentuk dalam benak pikirannya

Si Calo yang Miliki 60 Mobil
ist
Ilustrasi
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Permana

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Pepatah mengatakan banyak jalan menuju Roma. Ada juga istilah dari Rasululloh SAW, carilah ilmu hingga ngeri Cina. Rupanya hal itulah yang dicamkan betul oleh seorang Sulaiman Zuhri. Dengan kemauan dan usaha kerja keras serta banyak belajar dari pengalam orang-orang sukses, Sulaiman berhasil menancapkan diri sebagai salah seorang pengusaha sukses yang boleh dibilang tanpa modal melimpah sama sekali.

Modal sukses Sulaiman, hanyalah berawal dari modal keuletan dan inovasi yang terus menerus dibentuk dalam benak pikirannya. Namun hasilnya, modal inovasi dan keuletan itu kini berbuah menjadi sebuah hasil yang melimpah yaitu sebuah perusahaan berskala sedang namun membawahi empat divisi, divisi perdagangan umum, rental mobil, cuci motor dan bengkel mobil serta sekuriti dalam bentuk pengadaan alat Global Positioning System (GPS).

Kepada Tribun yang menyambanginya Senin (11/4/2011) Sulaiman mengakui  kesuksesannya saat ini diraih dengan modal nol besar bahkan hanya dengan otak dan tenaga saja.

Sejak menjadi mahasiswa pada tahun 2000-an lalu di Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, Sulaiman mulai bercerita, dirinya sudah menyukai wirausaha.

Kiriman orang tua dari Medan untuk biaya sehari-hari saat itu hanya sebesar Rp 250 ribu saja. "Bayangkan dengan uang sebesar itu, hidup di Kota Bandung sebagai mahasiswa, cukup untuk apa?" katanya setengah bertanya.

Karena kecilnya uang bulanan itu, Sulaiman mengaku dirinya hanya makan satu kali saja dalam sehari yaitu pada pukul 14.00 siang. Pasalnya dengan makan di jam itu, dirinya sudah harus cukup mengisi perut untuk makan pagi, siang dan malam sekaligus.
"Makanya saya waktu itu hanya makan sekali saja dalam sehari. Soalnya sehari saja makan Rp 5 ribu bahkan terkadang lebih. Habislah uang kuliah untuk makan sehari-hari," katanya.

Karena itu, dengan keuletan dan inivasinya, Sulaiman mencari usaha sampingan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Usaha itu dimulai dengan ikut temannya mendirikan usaha konveksi, mengisi makanan kecil ke warung-warung pinggir jalan dan lain sebagainya.
"Tapi alhamdulillah dengan usaha seperti itu, kebutuhan saya sehari-hari jadi terpenuhi," katanya.
Usai menyelesaikan kuliah pada 2003, Sulaiman belum juga mendapatkan pekerjaan tetap. Sulitnya mencari peluang kerja yang bagus dan menjanjikan, membuat
Sulaiman berpikir untuk mencari usaha yang menjanjikan.  Saat itulah, Sulaiman melihat sebuah peluang besar dari usaha rental mobil. Sayangnya, saat itu, Sulaiman tidak memiliki modal sepeserpun. "Saya sangat ingin membuat usaha sendiri, tapi modal dari mana?" kata dia.

Namun keinginan membuka usaha sendiri membuat Sulaiman mau bekerja keras dan banting tulang.Bahkan menjadi seorang calo pun diajalani Sulaiman dengan sabar dan tekun. Sebab, saat itu, Sulaiman berfikir bahwa menjadi calo rental mobil pun bisa membawa keuntungan karena dilakukan tanpa modal sedikitpun. caranya, dia mencarikan sendiri konsumen yang akan merental mobil. Dari uang hasil rental itu, dia mendapat insentif yang jumlahnya lumayan dari pemilik mobil meski tentu saja masih jauh dari layak. Namun pekerjaan sebagai calo rental digelutinya hingga dia menemui nasibnya kelak.

Dari usaha calo rental dan usaha dari sisi kanan dan kiri, Sulaiman berhasil mendapatkan sejumlah uang untuk dipergunakan sebagai down payment (DP) kredit mobil. Mobil kreditan itu, dia pergunakan untuk usaha rental kecil-kecilan. Ternyata, usaha rental kecil-kecilan itu mendapat respons bagus dan membawa untung lumayan. Uang keuntungan itu, Sulaiman pergunakan lagi untuk kredit mobil, "Saya kredit lagi mobil dengan keuntungan itu, sementara mobil pertama sudah lunas, saya jual untuk dipakai DP kredit lagi," katanya.

Begitulah usaha Sulaiman, terus tumbuh dan terus menambah untung. Karena prospek bagus itu, Sulaiman mendirikan perusahaan rental sendiri yang bernama CV Bastian Fahreza. Nama itu diambil dari nama anak pertamanya, Bastian Fahreza yang lahir pada 2003 dari istrinya, Riana Sari.

Dari semula hanya memiliki satu unit mobil, dari tahun ke tahun jumlah mobil Sulaiman  terus bertambah menjadi puluhan unit mobil. Terhitung sejak 2004 hingga 2010 dirinya sudah memiliki 60 unit mobil yang semuanya kini direntalkan, baik untuk rental di perusahaan sendiri maupun dengan perusahaan rekanan. Jumlah unit mobil itu masih belum termasuk puluhan mobil milik rekanan yang menitipkan kepadanya melalui CV Bastian Rent Car. "Sekarang lebih dari seratus unit mobil yang ada di Bastian Rent car kalau disatukan dengan mobil rekanan," katanya.

Tidak berhenti dari situ saja usaha Sulaiman. Sukses menjadi pengusaha rental, dia lalu
membuka tiga divisi usaha lain yang masih berada di bawah CV Bastian Fahreza. tiga divisi itu adalah divisi cuci dan bengkel mobil, divisi perdagangan umum serta divisi sekuriti yang membawahi pengadaan GPS.

"Alhamdulillah, dari semula menjadi calo, kini usaha saya menjadi maju seperti ini. Kuncinya tidak lain adalah usaha yang keras dan mau berinovasi serta tidak lupa ibadah dan doa. Itu saja," katanya.

Menurut ayah dua anak, Bastian Fahreza (7) dan Rania Putri Sulaiman (3), memiliki cita-cita yang tidak kesampaian, tidaklah berdosa. "Yang salah itu adalah tidak memiliki cita-cita. Intinya adalah, janganlah kita berhenti berharap atau putus asa dengan apa yang tidak kita miliki," ujarnya.

Editor: Sonny Budhi Ramdhani
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved