Merasa Dizalimi Gandhi Gan Mengadu ke Komnas HAM

Diduga melakukan tindakan sewenang-sewenang terhadap keluarga Gandhi Gan oleh aparat hukum di Jayapura, Komisi Nasional Hak Asasi

Merasa Dizalimi Gandhi Gan Mengadu ke Komnas HAM
Istimewa
Gedung Komnas HAM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Diduga melakukan tindakan sewenang-sewenang terhadap keluarga Gandhi Gan oleh aparat hukum di Jayapura, Komisi Nasional Hak Asasi  Manusia (Komnas HAM) akan mendalami laporan keluarga Gandhi yang kini tengah meminta perlindungan hukum ke Kejaksaan Agung.

"Komnas HAM akan mendalami kasus pertikaian antara dua pengusaha Jayapura tersebut.  Dari laporan sementara ada keganjilan yang amat sangat," kata Komisioner Komnas HAM, Jhonny Nelson Simanjuntak.

Keluarga Gandhi Gan yang diwakili kuasa hukumnya Ronal H. Panjaitan, mengadu ke Komnas HAM, pada  Kamis (21/4/2011) lalu. Jhonny menduga ada indikasi kolusi dalam penanganan perkara gugatan perbuatan tidak menyenangkan oleh Gandhi Gan yang diduga sebagai pihak yang memagari tanah.

"Indikasinya adalah kasus pidana yang diadukan ke Gandhi, pasal yang sifatnya pribadi, kasusnya bisa sampai ke Interpol," ujar Jhonny .

Johnny mengatakan pihaknya akan meninjau lokasi kasus di Jayapura dan melakukan komunikasi dengan aparat kepolisian dan kejaksaan. Pasalnya pihaknya mencium dibalik kasus atau sengketa binis itu diduga terdapat kolusi.

Ronal dalam pengaduannya mengatakan kliennya memperoleh perlakuan tidak adil dan diskriminatif  oleh aparat penyidik Kejaksaan Negeri Jayapura dan Polda Jayapura. Tindakan sesewenang-wenang itu sangat merugikan kliennya yang sedang mengalami sakit keras di Jayapura.

"Penyidik di Polda dan Kejaksaan terkesan semena-mena dalam proses penahanan terhadap tersangka Gandhi Gan. Kami menduga perkara ini dipaksakan, karena pesanan seseorang agar Gandhi Gan ditahan oleh pihak Kejaksaan," tandas Ronal.

Gandhi Gan (73) dilaporkan oleh Rudy Doom Putra ke Polda Jayapura dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan. Gandhi dituduh telah melakukan pemagaran tanah di Teluk Weeruk milik Rudy Doom. Laporan tersebut telah siap dilimpahkan ke pengadilan dan sekarang berada di Kejaksaan.

Penulis: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help