Kamis, 27 November 2014
Tribunnews.com

Babi Hutan Mengganas Rusak Tanaman Warga

Kamis, 28 April 2011 22:51 WIB

Babi Hutan Mengganas Rusak Tanaman Warga
Ist
Babi Hutan
Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Wiliem Wira Kusuma

TRIBUNNEWS.COM, EMPATLAWANG
- Populasi hama babi hutan di Kabupaten Empatlawang, Sumatera Selatan diperkirakan terus meningkat.

Namun sejauh ini belum ada perhatian dari pemerintah atau upaya pembasmiannya babi yang kian mengganas.
Hal ini pun dikeluhkan para petani karena sering melakukan perusakan tanaman baik tanaman sawah atau tanaman perkebunan.

Seperti yang dialami Danil (50), warga Desa Pajarbakti, Kecamatan Tebingtinggi, Kamis (28/4/2011), ribuan tanaman karet yang dijaganya itu dirusak oleh babi. Akibatnya, tanaman karet yang telah berumur satu tahun itu dipastikan tidak akan hidup lagi.

“Kita berharap agar pemerintah memperhatikan hal ini, karena sudah banyak tanaman para petani yang telah dirusak. Paling tidak ada perburuan untuk pemberantasan hama ini, ya kalau bisa ada bantuan jaring,” ujarnya.

Dikatakannya, kebanyakan babi ini masuk ke areal perkebunan pada malam hari dan dengan jumlah yang banyak, sehingga satu malam saja sudah banyak tanaman yang rusak. Oleh karena itu, kerugian yang dirasakan oleh para petani cukuplah besar.

“Setidaknya dari serangan babi ini kerugian mencapai jutaan rupiah, ya waktu membelinya saja harga bibitnya Rp 2.500 perbatangnya. Semalam saja mereka sudah datang, sudah banyak tanaman yang rusak,” katanya.

Tanaman kebun yang sering dirusak oleh babi, yakni
seperti tanaman karet, durian, sawit, pisang dan sebagainya. Pada umumnya mereka merusak tanaman yang berumur muda atau baru ditanam.
Editor: Alfred Dama
Sumber: Sriwijaya Post

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas