• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Tribunnews.com

Massa Dobrak Pagar Kantor PTPN IV

Kamis, 28 April 2011 17:58 WIB
Massa Dobrak Pagar Kantor PTPN IV
Tribun Medan/Irfan
Massa yang menamakan dirinya Gerakan Mahasiswa Simalungun (Gemasi), melakukan aksi unjuk rasa di kantor PTPN IV Jalan Yos Sudarso, Medan, Kamis (28/4/2011).
Laporan Wartawan Tribun Medan, Irfan
 
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN
- Massa yang menamakan dirinya Gerakan Mahasiswa Simalungun (Gemasi), melakukan aksi unjuk rasa di kantor PTPN IV Jalan Yos Sudarso, Medan, Sumatera Utara, Kamis (28/4/2011).

Terlihat, ratusan massa kian berani dan nekat menerobos pagar yang dijaga seratusan orang yang terdiri petugas pengamanan dan pegawai PTPN IV.

Merasa dipermainkan oleh manajemen PTPN IV, pengunjukrasa emosi dan mendobrak masuk ke dalam untuk memastikan apakah benar dikatakan oleh salah seorang pegawai, mungkin karena kalah jumlah para pengunjukrasa mengurungkan niatnya.

Meski membubarkan aksinya, pengunjukrasa berjanji membawa 1000 orang untuk melakukan aksi unjukrasa supaya menjadi perhatian pihak PTPN IV.

Raja Uli kordinator unjukrasa mengatakan bahwa kedatangan ke PTPN IV menuntut agar pihak PTPN IV segera mengganti  rugi lahan seluas 60 hektar milik petani yang berjumlah 61  KK yang hingga saat ini masih dikuasai pihak perkebunan di Desa Mariah Jambi Kabupaten Simalungun.

Karena tanah tersebut adalah milik petani dengan bukti sah dan surat kepemilikan lahan (KRPT) yang masih berlaku sampai saat ini.

Begitu juga pengunjukrasa menduga kompensasi ganti rugi yang diberikan PTPN IV dan Pemkab Simalungun harus dibatalkan untuk 115 KK yang terletak di Desa Pemotongan Kecamatan Tanah Jawa termasuk 107 KK dari sisa 222 KK dengan kompensasi Rp 1.000.000,- per KK pada tahun 1997 sesuai dengan surat 118.45/7540-Tapem tertanggal 3 Juli 1997 karena keputusan dan ganti rugi sarat dengan manipulasi, fiktif dan kolusi.

Sementara itu pihak PTPN yang dikonfirmasi sehubungan dengan adanya aksi unjukrasa dan tuntutan yang mereka minta, pihak PTPN tidak bersedia karena pimpinan tidak berada di tempat. Sehingga tidak bisa memberikan keterangan.
Editor: Alfred Dama
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
111264 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas