• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribunnews.com

Sidang Perkara Pemalsuan Akta Kampus UVRI Kembali Digelar

Kamis, 28 April 2011 11:21 WIB
Laporan Wartawan Tribun Timur, Rudhy
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR
- Sidang perkara kasus dugaan pemalsuan akta kampus Yayasan Karya Dharma Makassar, kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (28/4/2011). Sidang ini diketuai majelis hakim, Wayan Karya.

Kasus ini mendudukkan tiga terdakwa masing-masing mantan Gubernur Sulawesi Selatan era 60-an, Andi Oddang Makka selaku ketua yayasan, Sekretaris Yayasan Karya Dharma, Harun Kanna dan Bendahara Yayasan Syarif Ramli. Ketiganya akan mendengarkan kesaksian seorang dewan pengurus yayasan, Bakhtiar yang seorang dewan pengurus yayasan.

Berdasarkan keterangan jaksa penuntut umum, Riviyanto didampingi JPU lainnya Ali Soegiono mengatakan siap akan menghadirkan Bakhtiar sebagai saksi kunci yang mengetahui persis duduk persoalan itu.

"Sesuai jadwal Bakhitar akan dihadirkan sebagai saksi untuk memberikan keterangan soal kasus tersebut," kata Riviyanto kepada Tribun disela-sela persidangan di mulai.

Diketahui, dalam kasus yang membelit mantan orang nomor satu di Sulsel saat menjabat sebagai Gubernur tahun 60-an itu pihak yang dirugikan atas perbuatannya itu adalah Haris selaku ketua II YPTKD Pusat Makassar, nilai yang diduga menjadi kerugian senilai Rp 40 miliar.

Ketiga terdakwa itu dituding melakukan kesepakatan bersama dalam memalsukan surat akte perubahan kampus YPTKD. Kesepakatan itu berupa pemalsuan akte kampus bernomor 12 tahun 1999 milik yayasan dengan menerbitkan akta baru bernomor 12 tahun 2001 dengan mengubah  Yayasan Perguruan Tinggi menjadi Yayasan Karya Dharma Makassar yang saat ini menanungi Universitas Veteran RI (UVRI) Makassar. (*)
Editor: Harismanto
Sumber: Tribun Timur
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
111093 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas