Brigjen Pol Sukrawardi Dahlan, Anak Janda Pengumpul Jerami Padi

SULITNYA hidup bukanlah alasan untuk menyerah. Demikian ucapan yang keluar dari mulut Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Sukrawardi Dahlan.

Brigjen Pol Sukrawardi Dahlan, Anak Janda Pengumpul Jerami Padi
Tribun Pontianak
Brigjen Pol Sukrawardi Dahlan
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dasa Novi Gultom

SULITNYA hidup bukanlah alasan untuk menyerah.  Demikian ucapan yang keluar dari mulut Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Sukrawardi Dahlan.

Pahitnya liku hidup, membuat orang nomor satu di jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kalbar ini tak pernah menyombongkan posisi yang di sandangnya.

"Jabatan saya, bintang saya ini, hanya di kantor (Polda) saja. Di luar, saya hanya seorang polisi yang harus melayani," ujar  Sukrawardi Dahlan.

Maklum saja, pria kelahiran Sumatera Barat ini mengaku selalu mengingat susahnya kehidupan saat ia kecil.

"Saya ini anak seorang janda yang buta huruf. Sehari-hari, ibu saya mengumpulkan sisa jerami padi di tengah lumpur," tandas Sukrawardi.

Dari sisa jerami padi itulah yang kemudian ditumbuk untuk mendapatkan beras. Latar belakang dari kelas bawah ini membuat Sukrawardi selalu mensyukuri anugerah Ilahi.

Bahkan, sebelumnya, Kapolda berdarah Minang ini pernah menceritakan, untuk membantu keluarga dan biaya sekolah, dirinya bekerja mencari rumput sapi, saat masih kecil.

"Karena itu, anak harus tahu kesulitan hidup yang dihadapi orangtua, hingga berupaya untuk merubah hidup," timpalnya.

Saat ini, sambung sang jenderal, masyarakat sangat banyak yang terkungkung dengan kemiskinan. Hanya mencari makan untuk hari ini dan besok, tanpa merencanakan perubahan hidup.

"Kita harus mendorong masyarakat untuk bekerja, anak harus paham artinya kerja," tandas Sukrawardi yang berikrar membawa kepolisian Kalbar lebih dekat dengan masyarakat itu.

Editor: Anwar Sadat Guna
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved