Sabtu, 18 April 2015
Tribunnews.com

Bupati Harap BPMIGAS Libatkan Pemuda Natuna

Rabu, 18 Mei 2011 20:24 WIB

Bupati Harap BPMIGAS Libatkan Pemuda Natuna
tribunnewsbatam.com_istimewa
Kegiatan rig offshore di perairan Natuna. Foto diambil beberapa waktu lalu.

Laporan Iswidodo wartawan tribunnewsbatam.com

TANJUNGPINANG, TRIBUN- Ladang migas blok Tuna yang terletak di perairan Natuna akan segera dilakukan survei seismik pada semester dua tahun 2011 ini oleh  Premier Oil. Survei ini merupakan bagian penting dari persiapan eksplorasi ladang minyak dan gas di Natuna.

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) sebagai instansi pemerintah yang berwenang membina kerjasama dalam rangka terwujudnya integrasi dan sinkronisasi kegiatan operasional KKSS mendukung langkah tersebut. Sesuai amanah undang-undang, fungsi utama BPMIGAS adalah mengawasi dan mengendalikan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi sesuai dengan Kontrak Kerja Sama (KKS), agar pengambilan sumber daya alam minyak dan gas bumi memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara dan  sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Indonesia.

Natuna yang kaya akan potensi kekayaan alam meliputi minyak dan gas makin mencuat namanya di dunia internasional. Bahkan ladang gas Natuna D-Alpha yang terletak sekitar 225 kilometer sebelah utara Pulau Ranai Natuna memiliki cadangan gas hingga 222 triliun kaki kubik terbesar nomor dua di dunia.

Terkait hal ini, pemerintah telah menunjuk PT Pertamina (plat merah) untuk mengelola secara resmi ladang gas Natuna D-Alpha. Kemudian Pertamina menggandeng KKSS yaitu Exxon Mobil, Total E&P, Petronas, Lundin South Sokang BV dan Genting Oil Natuna PTE. LTD. Dua perusahaan terakhir dan perusahaan lain juga pernah melakukan survei seismik untuk mengetahui keberadaan potensi gas maupun minyak di Natuna sebagai persiapan melakukan eksplorasi yang tepat.

Diketahui, cadangan gas Natuna yang mencapai 222 triliun kaki kubik hanya sekitar 45 triliun kaki kubik yang dapat diproduksi karena  70 persen kandungannya berupa karbon dioksida (CO2). Pengelolaan ladang gas Natuna D-Alpha sangat strategis karena terletak di lepas pantai perbatasan dengan negara negara tetangga sehingga menguatkan dan memantapkan kedaulatan NKRI.

Selain itu juga membutuhkan dana besar karena berada di laut dengan kedalaman sekitar 500 meter. Dan yang tak kalah penting adalah penggunaan teknologi canggih karena ladang gas D-Alpha memiliki kandungan CO2 yang tinggi maka sekaligus untuk penerapan sistem daur ulang pemanfaatan buangan karbondioksida tersebut untuk keperluan komersial.

Halaman123
Penulis: Iswidodo
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas