• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribunnews.com

Bupati Harap BPMIGAS Libatkan Pemuda Natuna

Rabu, 18 Mei 2011 20:24 WIB
Bupati Harap BPMIGAS Libatkan Pemuda Natuna
tribunnewsbatam.com_istimewa
Kegiatan rig offshore di perairan Natuna. Foto diambil beberapa waktu lalu.

Laporan Iswidodo wartawan tribunnewsbatam.com

TANJUNGPINANG, TRIBUN- Ladang migas blok Tuna yang terletak di perairan Natuna akan segera dilakukan survei seismik pada semester dua tahun 2011 ini oleh  Premier Oil. Survei ini merupakan bagian penting dari persiapan eksplorasi ladang minyak dan gas di Natuna.

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) sebagai instansi pemerintah yang berwenang membina kerjasama dalam rangka terwujudnya integrasi dan sinkronisasi kegiatan operasional KKSS mendukung langkah tersebut. Sesuai amanah undang-undang, fungsi utama BPMIGAS adalah mengawasi dan mengendalikan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi sesuai dengan Kontrak Kerja Sama (KKS), agar pengambilan sumber daya alam minyak dan gas bumi memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara dan  sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Indonesia.

Natuna yang kaya akan potensi kekayaan alam meliputi minyak dan gas makin mencuat namanya di dunia internasional. Bahkan ladang gas Natuna D-Alpha yang terletak sekitar 225 kilometer sebelah utara Pulau Ranai Natuna memiliki cadangan gas hingga 222 triliun kaki kubik terbesar nomor dua di dunia.

Terkait hal ini, pemerintah telah menunjuk PT Pertamina (plat merah) untuk mengelola secara resmi ladang gas Natuna D-Alpha. Kemudian Pertamina menggandeng KKSS yaitu Exxon Mobil, Total E&P, Petronas, Lundin South Sokang BV dan Genting Oil Natuna PTE. LTD. Dua perusahaan terakhir dan perusahaan lain juga pernah melakukan survei seismik untuk mengetahui keberadaan potensi gas maupun minyak di Natuna sebagai persiapan melakukan eksplorasi yang tepat.

Diketahui, cadangan gas Natuna yang mencapai 222 triliun kaki kubik hanya sekitar 45 triliun kaki kubik yang dapat diproduksi karena  70 persen kandungannya berupa karbon dioksida (CO2). Pengelolaan ladang gas Natuna D-Alpha sangat strategis karena terletak di lepas pantai perbatasan dengan negara negara tetangga sehingga menguatkan dan memantapkan kedaulatan NKRI.

Selain itu juga membutuhkan dana besar karena berada di laut dengan kedalaman sekitar 500 meter. Dan yang tak kalah penting adalah penggunaan teknologi canggih karena ladang gas D-Alpha memiliki kandungan CO2 yang tinggi maka sekaligus untuk penerapan sistem daur ulang pemanfaatan buangan karbondioksida tersebut untuk keperluan komersial.

Pemerintah Kabupaten Natuna mengharapkan sektor hulu minyak dan gas bumi (BPMIGAS) memberi perhatian lebih dalam program pengembangan masyarakat, khususnya bidang pendidikan dan peluang usaha.

“Kita minta pengusaha lokal untuk menangkap peluang yang ada. Mereka juga harus jeli dan akan kita dorong untuk ikut bersaing,” kata Drs Ilyas Sabli MSi Bupati kabupaten Natuna, Selasa (17/5).

Ilyas sebagai bupati yang baru saja dilantik 4 Mei,  menegaskan agar para pengusaha berani mengambil risiko dan meningkatkan kemampuannya dalam mencermati perkembangan ekspansi eksplorasi Migas di Natuna. Jangan sampai hanya menunggu bola karena peluang sangat banyak.

Dengan dimulainya kegiatan persiapan eksplorasi migas Natuna D-Alpha maka kebutuhan pangan orang pekerja migas juga meningkat, butuh penginapan, rumah makan siap saji serta berbagai pendukung kegiatan hulu migas. Belum lagi kebutuhan sektor transportasi darat laut maupun udara.

"Pemkab juga akan  meningkatkan kapasitas tenaga kerja agar putra daerah dapat ikut terserap di industri hulu migas meski membutuhkan kompetensi yang tinggi," tambah Ilyas Sabli yang juga mantan sekda Natuna.
 
Dia berjanji akan meningkatkan sosialisasi dan pemahaman kepada pihak pihak terkait dan seluruh masyarakat agar tercipta situasi kondusif. Karena hal itu sangat penting untuk membangun iklim investasi dan tentu saja kontraktor kontrak kerja sama (KKS) akan lancar dan nyaman produktifitasnya jika situasi kondusif.

Ketua Karang Taruna Natuna, Syawal SE juga mendukung hal tersebut dan berharap BPMIGAS memberikan kesempatan yang luas bagi para pemuda Natuna untuk andil dalam kegiatan tersebut sesuai profesionalisme.

"Kita persiapkan generasi muda Natuna untuk berperan aktif dalam mengambil peluang serta secara profesional dengan berbagai bekal keilmuan dan keterampilan sesuai standar yang dibutuhkan perusahaan," pungkas Syawal. (*)

Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
118068 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas